Haluannews Ekonomi – Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan positif dalam penyaluran kredit perbankan hingga September 2025. Total kredit yang dikucurkan mencapai Rp8.051 triliun, meningkat signifikan dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebesar Rp7.966,1 triliun. Laju pertumbuhan kredit juga mengalami akselerasi, mencapai 7,2% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 7% yoy.

Related Post
Peningkatan penyaluran kredit ini didorong oleh pertumbuhan pada sektor korporasi dan perorangan. Kredit korporasi tercatat sebesar Rp4.46,1 triliun, naik dari Rp4.357,3 triliun. Sementara itu, kredit perorangan mencapai Rp3.550 triliun, meningkat dari Rp3.541,9 triliun. Sektor korporasi mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi, yaitu sekitar 10,5% yoy, dibandingkan dengan pertumbuhan pada Agustus 2025 sebesar 9,9%. Sementara itu, pertumbuhan kredit perorangan tercatat sebesar 3,2%, lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,6%.

Dari sisi penggunaan, kredit modal kerja masih mendominasi dengan nilai Rp3.481,3 triliun, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar Rp2.3073 triliun, dan kredit investasi sebesar Rp2.262,4 triliun. Pertumbuhan kredit investasi menjadi satu-satunya yang mengalami peningkatan, dari 14,3% yoy menjadi 13% yoy. Sementara itu, pertumbuhan kredit modal kerja dan konsumsi mengalami perlambatan.
Penyaluran kredit kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menunjukkan pertumbuhan, meskipun tidak terlalu signifikan. Pada September 2025, kredit UMKM tumbuh sebesar 0,2% (yoy) menjadi Rp1.499,1 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh kredit UMKM pada skala kecil yang tumbuh sebesar 7,2% (yoy).
Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan juga terus mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan penyaluran kredit. DPK perbankan mencapai Rp9.143 triliun per September 2025, naik dari Rp9.039,8 triliun pada Agustus 2025. Total tabungan yang ada di bank naik 8,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dominasi DPK masih berasal dari simpanan berjangka yang senilai Rp3.303,3 triliun, diikuti oleh tabungan sebesar Rp2.965,2 triliun, dan giro sebesar Rp2.874,6 triliun. Mayoritas DPK berasal dari sektor korporasi senilai Rp4.491,5 triliun.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar