Kiyosaki: 3 Aset Ini Wajib Punya Saat Dunia di Ambang Perang!

Kiyosaki: 3 Aset Ini Wajib Punya Saat Dunia di Ambang Perang!

Haluannews Ekonomi – Ketegangan geopolitik global, khususnya antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, kembali memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas, bahkan ancaman perang dunia. Di tengah ketidakpastian ekonomi yang membayangi, investor kawakan Robert Kiyosaki, penulis buku laris Rich Dad Poor Dad, memberikan peringatan keras dan solusi strategis. Ia menyebutkan tiga aset krusial yang wajib dimiliki sebagai benteng pertahanan finansial di masa-masa sulit ini.

COLLABMEDIANET

Kiyosaki, yang dikenal dengan pandangan kontroversialnya, secara blak-blakan memprediksi keruntuhan pasar yang masif dan potensi Depresi Hebat berikutnya. Menurutnya, kondisi ini diperparah oleh kebijakan yang dijalankan oleh apa yang ia sebut sebagai "tiga pilar" pemerintahan AS: Gedung Putih, Departemen Keuangan, dan Federal Reserve. "Kombinasi dari ketiga institusi ini menciptakan kondisi yang kondusif bagi Depresi Hebat berikutnya, bahkan kemungkinan perang," ujar Kiyosaki, seperti dikutip Haluannews.id. Ia menambahkan, "Bagi jutaan orang, masa-masa sulit akan segera tiba. Namun, bagi mereka yang memiliki pola pikir yang tepat dan persiapan matang, Depresi Hebat justru bisa menjadi peluang terbaik dalam hidup mereka. Bersiaplah. Lindungi diri Anda. Beli emas, perak, dan Bitcoin."

Kiyosaki: 3 Aset Ini Wajib Punya Saat Dunia di Ambang Perang!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di tengah gejolak global, pasar aset kripto menunjukkan ketahanan yang menarik. Pada pekan ketiga April 2026, Bitcoin (BTC) berhasil bertahan di atas level US$75.000. Kinerja impresif ini sebagian besar didorong oleh berlanjutnya ketidakpastian geopolitik, terutama terkait belum adanya kesepakatan antara AS dan Iran, yang memicu pergeseran aliran dana ke aset digital sebagai lindung nilai jangka pendek. Meskipun demikian, para analis Haluannews.id mengingatkan bahwa evaluasi pergerakan harga ini harus tetap mempertimbangkan indikator makroekonomi global secara komprehensif.

Tak kalah cemerlang, logam mulia emas juga menunjukkan performa solid. Dalam sepekan terakhir, harga emas melonjak 1,7%, menandai penguatan beruntun selama empat pekan. Investor emas kini menantikan sidang konfirmasi Senat AS untuk Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve yang baru. Ekspektasi pasar terhadap Warsh yang cenderung dovish, mengindikasikan potensi pelonggaran kebijakan moneter, yang secara historis kerap memberikan dorongan signifikan bagi harga emas.

Perak (XAG) menunjukkan volatilitas ekstrem namun dengan tren penguatan yang mencolok. Memulai pekan pada 13 April di US$75,57, harga perak melonjak drastis ke US$79,53 pada 14 April. Kenaikan agresif ini dipicu oleh kekhawatiran pasar atas kegagalan negosiasi diplomatik antara AS dan Iran, yang mendorong investor mencari aset pelindung nilai. Meskipun sempat terkoreksi ringan, sentimen fundamental memburuk menjelang akhir pekan dengan konfirmasi pembatalan kesepakatan gencatan senjata. Hal ini mendorong aksi lindung nilai maksimal, membawa perak menembus level psikologis penting dan ditutup pada puncak mingguan US$80,78 pada 17 April. Fenomena ini mengindikasikan pergeseran masif arus modal dari aset spekulatif menuju aset riil dan digital yang dianggap lebih aman di tengah eskalasi geopolitik dan kebijakan proteksionis.

Kiyosaki secara konsisten menyarankan bahwa perlindungan finansial terbaik adalah melalui kerja keras, pengeluaran yang bijaksana, dan investasi strategis pada emas, perak, serta Bitcoin. Ia dikenal sebagai kritikus vokal terhadap sistem keuangan konvensional dan selalu menekankan pentingnya literasi finansial. Menurutnya, banyak produk investasi tradisional seperti uang kertas (fiat), saham, obligasi, reksa dana, dan ETF, adalah "aset palsu" yang tidak memberikan nilai sejati. Kiyosaki berpendapat bahwa masyarakat miskin dan kelas menengah seringkali terjebak dalam siklus pekerjaan yang menghasilkan "penghasilan palsu" yang dikenakan pajak tinggi, tanpa memberikan jaminan keamanan finansial jangka panjang. Oleh karena itu, ia terus mengadvokasi diversifikasi portofolio ke aset-aset riil dan terdesentralisasi.

Peringatan dan rekomendasi Kiyosaki ini menjadi semakin relevan di tengah lanskap ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Bagi para investor, memahami dan mempertimbangkan aset-aset yang disarankan oleh pakar seperti Kiyosaki bisa menjadi langkah krusial dalam membangun ketahanan finansial di masa depan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar