Haluannews Ekonomi – Teka-teki pengendali baru emiten energi PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) akhirnya terjawab. Perseroan mengumumkan PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara) kini resmi menjadi pemegang saham mayoritas, dengan kepemilikan mencapai 45% atau 2.985.998.000 lembar saham. Akuisisi ini dilakukan dari PT Digital Futurama Global pada 9 September 2025 dengan harga Rp 11 per saham.

Related Post
Ardhantara sendiri, menurut keterangan resmi perusahaan, memiliki penerima manfaat akhir (UBO) bernama Geremy Gandhi Mansukhani dari PT Raka Energi Mandiri. Direktur Utama FUTR, Tonny Agus Mulyantono, mengungkapkan bahwa perubahan kepemilikan ini akan membawa angin segar bagi strategi korporasi.

Salah satu agenda utama yang tengah dipersiapkan adalah rights issue. "Berdasarkan informasi dari pengendali baru, tindakan korporasi terkait seperti rights issue sudah masuk sebagai rencana korporasi perseroan," ujar Tonny dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/10/2025). Langkah ini diyakini sebagai bagian dari rencana besar Ardhantara untuk mengembangkan FUTR sebagai holding energi hijau.
Tonny menambahkan, Ardhantara berencana mengarahkan FUTR sebagai holding energi hijau yang akan membawahi berbagai proyek energi, khususnya energi baru terbarukan (EBT). Keterlibatan FUTR akan diwujudkan melalui penyertaan saham pada entitas operasional serta pengembangan struktur permodalan yang mendukung rencana kerja.
Saat ini, saham FUTR masih dalam status suspensi oleh BEI sejak 26 September 2025. Harga terakhir saham FUTR tercatat Rp 500, setelah mengalami lonjakan signifikan sebesar 594,44% dalam tiga bulan terakhir. Investor menantikan langkah strategis dari pemilik baru untuk membawa FUTR kembali melaju di bursa saham.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar