haluannews.id – PT Nitrasanata Dharma Tbk JECX bersiap melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana IPO yang menarik perhatian publik. Perusahaan ini menawarkan harga saham di kisaran Rp1.200 hingga Rp1.400 per lembar sebuah angka yang menjanjikan bagi calon investor.

Related Post
Dalam aksi korporasi ambisius ini JECX akan melepas hingga 487.983.500 lembar saham biasa. Jumlah ini mencakup 325.322.300 saham baru dari modal ditempatkan dan disetor serta 162.661.200 saham milik DR Dr Waldensius Girsang yang mewakili 5 persen dari total modal. Secara keseluruhan saham yang ditawarkan mencapai 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan dengan nilai nominal Rp16 per saham.

Dari penawaran ini JECX menargetkan perolehan dana segar fantastis mencapai Rp683,17 miliar. Dana tersebut terbagi menjadi Rp455,45 miliar dari IPO saham baru dan Rp227,72 miliar dari penjualan saham divestasi. Bersamaan dengan IPO perusahaan juga mengalokasikan 11.165.000 saham atau sekitar 2,29 persen dari total saham yang ditawarkan untuk Program Alokasi Saham Karyawan ESA.
Dana yang berhasil dihimpun dari IPO akan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan strategis. Sebanyak Rp40 miliar akan dialokasikan untuk percepatan pembayaran sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk. Sementara itu Rp100 miliar akan digunakan untuk melunasi sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank HSBC Indonesia.
Tak hanya itu sekitar Rp185 miliar akan disalurkan kepada entitas anak perusahaan untuk mendukung ekspansi dan operasional. Sisa dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja termasuk biaya gaji dan tunjangan karyawan serta operasional harian perusahaan hingga 31 Desember 2027. Penting untuk dicatat bahwa dana hasil penjualan saham dari pemegang saham penjual sepenuhnya akan menjadi milik pemegang saham tersebut.
Untuk kelancaran proses IPO ini JECX telah menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi. Jadwal sementara IPO JECX meliputi masa penawaran awal pada 22 hingga 24 Juni 2026. Pernyataan pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan diharapkan efektif pada 29 Juni 2026. Masa penawaran umum akan berlangsung dari 1 hingga 3 Juli 2026 diikuti dengan tanggal penjatahan pada 3 Juli 2026. Distribusi saham secara elektronik dijadwalkan pada 6 Juli 2026 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia akan dilakukan pada 7 Juli 2026.










Tinggalkan komentar