Investor Siap-siap! BRI Guyur Dividen Rp52,1 T, Pecahkan Rekor Sejarah!

Haluannews Ekonomi – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) secara resmi mengumumkan keputusan signifikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan, menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 92% dari laba bersih tahun buku 2025. Angka fantastis ini mencapai Rp 52,10 triliun, atau setara dengan Rp 346 per lembar saham. Keputusan ini sontak menjadi sorotan di kalangan investor dan analis pasar.

COLLABMEDIANET

Pembagian dividen kali ini menandai rekor tertinggi sepanjang sejarah perseroan, baik dari sisi nominal absolut maupun persentase terhadap total laba bersih yang berhasil dibukukan. Ini menunjukkan komitmen kuat BRI dalam mengembalikan nilai kepada para pemegang sahamnya, meskipun di tengah dinamika ekonomi yang menantang.

Investor Siap-siap! BRI Guyur Dividen Rp52,1 T, Pecahkan Rekor Sejarah!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sebagai perbandingan, rekor dividen sebelumnya dicatatkan pada tahun buku 2024, di mana BRI mendistribusikan Rp 51,73 triliun atau sekitar 86% dari laba bersihnya. Kala itu, total dividen yang diterima pemegang saham mencapai Rp 343,4 per saham, terdiri dari dividen interim Rp 135 per saham dan dividen final Rp 208,4 per saham. Peningkatan signifikan pada tahun 2025 ini menggarisbawahi pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.

Perlu dicatat, BRI telah membayarkan dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 137 per saham, dengan total Rp 20,63 triliun, yang telah dicairkan pada 15 Januari 2026. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan segera dibagikan kepada investor diperkirakan mencapai Rp 209 per saham.

Meskipun pembagian dividen mencapai rekor, laporan keuangan BRI menunjukkan laba bersih tahun berjalan 2025 tercatat sebesar Rp 57,13 triliun. Angka ini sedikit menurun 5,26% secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan Rp 60,30 triliun pada tahun 2024. Penurunan laba bersih ini menjadi perhatian, namun tidak mengurangi optimisme terhadap prospek perusahaan.

Di sisi pendapatan, kinerja top line BRI menunjukkan tren positif. Pendapatan bunga berhasil tumbuh 4,27% yoy, mencapai Rp 207,78 triliun. Meskipun beban bunga juga mengalami kenaikan tipis 1,2% yoy menjadi Rp 57,28 triliun, pendapatan bunga bersih serta pendapatan jasa asuransi secara konsolidasi tetap melesat 5,54% yoy, mencapai Rp 151,8 triliun sepanjang tahun lalu.

Fungsi intermediasi perbankan juga menunjukkan pertumbuhan solid. Kredit BRI secara konsolidasi meningkat 12,31% yoy, mencapai Rp 1.521,49 triliun pada akhir tahun 2025. Total aset perseroan juga membengkak menjadi Rp 2.135,37 triliun, menegaskan posisinya sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia.

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) mengalami sedikit peningkatan. NPL gross tercatat naik menjadi 3,29%, sementara NPL net juga bergerak naik ke level 0,96%. Ini menjadi indikator yang perlu dicermati manajemen BRI ke depan.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tercatat sebesar Rp 1.466,84 triliun pada akhir tahun 2025, dengan komposisi Current Account Savings Account (CASA) yang kuat, mencapai 70,61%. Tingginya rasio CASA menunjukkan efisiensi biaya dana yang baik bagi bank.

Kendati demikian, likuiditas BRI menunjukkan sedikit pengetatan, dengan rasio loan to deposit ratio (LDR) berada di level 91,96%. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sebagian besar dana yang dihimpun telah disalurkan kembali dalam bentuk kredit.

Secara keseluruhan, keputusan BRI untuk membagikan dividen tertinggi dalam sejarahnya mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap fundamental perusahaan dan komitmen kuat kepada pemegang saham, meskipun dengan sedikit penurunan laba bersih dan peningkatan NPL yang perlu diwaspadai. Para investor di Haluannews.id tentu menyambut baik kabar ini sebagai sinyal positif dari kinerja BBRI.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar