Investor Siaga! BRI RUPST Hari Ini, Sinyal Dividen ‘Menggila’?

Investor Siaga! BRI RUPST Hari Ini, Sinyal Dividen 'Menggila'?

Haluannews Ekonomi – Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), salah satu pilar perbankan pelat merah di Indonesia, hari ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat, 10 April 2026, pukul 14.00 WIB. Pertemuan strategis ini menjadi sorotan utama di kalangan pelaku pasar dan investor, mengingat salah satu agenda krusial yang akan dibahas adalah persetujuan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025, yang secara langsung akan menentukan kebijakan pembagian dividen.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan pemanggilan RUPST yang diumumkan oleh Haluannews.id, terdapat tujuh agenda penting yang akan dibahas oleh pemegang saham. Namun, perhatian terbesar investor tertuju pada potensi dividen tambahan yang akan diguyurkan. Sebagai informasi, BRI sebelumnya telah membayarkan dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp137 per saham, dengan total mencapai Rp20,63 triliun. Pembayaran dividen interim ini telah dieksekusi pada 15 Januari 2026, bersumber dari laba bersih perseroan per 30 September 2025, dan akan diperhitungkan dalam total dividen atas laba bersih tahun buku penuh 2025.

Investor Siaga! BRI RUPST Hari Ini, Sinyal Dividen 'Menggila'?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Bank yang dikenal luas sebagai "banknya wong cilik" ini memiliki rekam jejak yang kuat dalam membagikan dividen. Pada tahun buku 2024, BRI tercatat telah menebar dividen tunai yang signifikan, mencapai Rp51,73 triliun atau setara Rp343,40 per saham. Angka tersebut sudah mencakup dividen interim sebesar Rp20,33 triliun atau Rp135 per saham. Data historis ini menjadi referensi penting bagi investor dalam menganalisis proyeksi besaran dividen tahun ini.

Meskipun laba bersih tahun berjalan BRI sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar Rp57,13 triliun, angka ini menunjukkan sedikit kontraksi sebesar 5,26% secara tahunan (YoY) dibandingkan dengan perolehan Rp60,30 triliun pada tahun 2024. Penurunan laba ini tentu menjadi catatan tersendiri, namun sinyal positif justru datang dari pucuk pimpinan perseroan.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, sebelumnya telah memberikan isyarat kuat mengenai potensi peningkatan nominal pembagian dividen tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Optimisme ini didasari oleh kondisi permodalan bank pelat merah tersebut yang sangat solid dan jauh melampaui ketentuan regulator. Hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BRI yang kokoh mencapai 23,52%, mengindikasikan kapasitas perseroan untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis sekaligus mengembalikan nilai optimal kepada para pemegang saham.

Selain agenda terkait dividen, RUPST juga akan membahas perubahan anggaran dasar Perseroan. Perubahan ini berkaitan erat dengan penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham BBRI yang tertuang dalam Surat BP BUMN dan Surat PT Danantara Asset Management (Persero). Dalam kesepakatan tersebut, BP BUMN dan DAM selaku pemegang saham BBRI menyetujui pengalihan sebagian saham Seri B DAM di Perseroan kepada BP BUMN, sebuah langkah yang berpotensi memiliki implikasi strategis terhadap struktur kepemilikan dan tata kelola perusahaan di masa mendatang.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar