Investor Asing ‘Jual Gila’! Rp2,2 Triliun Saham Prajogo Cs Dibuang?

Investor Asing 'Jual Gila'! Rp2,2 Triliun Saham Prajogo Cs Dibuang?

Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia kembali diwarnai dinamika signifikan pada perdagangan Senin (25/5/2026), di mana investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yang masif, mencapai Rp2,22 triliun di seluruh pasar. Fenomena ini terjadi di tengah upaya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk bangkit dari tekanan sebelumnya, menciptakan narasi pasar yang kontradiktif.

COLLABMEDIANET

Data dari bursa menunjukkan bahwa total nilai jual asing menembus angka Rp7,53 triliun, jauh melampaui nilai beli yang hanya Rp5,31 triliun. Total transaksi pasar pada hari tersebut mencapai Rp12,84 triliun. Tekanan jual ini diyakini berkaitan erat dengan antisipasi rebalancing indeks MSCI serta fluktuasi nilai tukar rupiah yang masih membayangi sentimen investor global, memicu kekhawatiran akan stabilitas pasar domestik.

Investor Asing 'Jual Gila'! Rp2,2 Triliun Saham Prajogo Cs Dibuang?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sejumlah emiten berkapitalisasi besar menjadi sasaran utama pelepasan saham oleh investor asing. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin daftar dengan net sell mencapai Rp248,6 miliar, di mana nilai jualnya mencapai Rp607,2 miliar berbanding nilai beli Rp358,6 miliar. Disusul ketat oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan net sell Rp226,2 miliar. Emiten ritel PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) juga tak luput dari tekanan dengan net sell Rp161,1 miliar, bersama PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang mencatat net sell Rp160,7 miliar. Khususnya, beberapa saham yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu, seperti AMMN dan BUMI, terlihat menjadi target pelepasan signifikan oleh investor asing, menambah daftar saham yang dilego.

Menariknya, di tengah derasnya arus keluar modal asing, IHSG justru menunjukkan resiliensi yang patut dicermati. Indeks acuan pasar saham domestik ini berhasil menguat 0,72% atau 44,30 poin, menutup perdagangan di level 6.206,35. Penguatan ini melanjutkan tren positif setelah sempat tertekan pada pekan sebelumnya, mengindikasikan adanya kekuatan penopang dari sisi domestik.

Aktivitas perdagangan juga cukup ramai dengan total transaksi mencapai Rp16,88 triliun, melibatkan 27,60 miliar saham yang berpindah tangan melalui 2,06 juta kali transaksi. Sentimen positif terlihat mendominasi dengan 470 saham menguat, sementara 236 saham melemah, dan 114 saham stagnan.

Secara sektoral, sektor finansial, industri, dan properti menjadi motor penggerak utama penguatan IHSG. Sebaliknya, sektor infrastruktur, energi, dan barang baku mengalami koreksi, menunjukkan selektivitas investor dalam menempatkan modal. Tiga bank raksasa Tanah Air, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan BMRI, bersama dengan PT Astra International Tbk (ASII) dan AMMN, berperan vital dalam mengangkat kinerja IHSG pada hari tersebut.

Pergerakan pasar yang kontradiktif ini mengindikasikan adanya pertarungan sentimen antara investor asing yang cenderung melepas aset, dengan kekuatan beli domestik yang cukup solid menopang indeks. Haluannews.id akan terus memantau dinamika ini untuk memberikan analisis mendalam mengenai arah pasar ke depan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar