Terkuak! IHSG Melesat Saat Asing Borong Jual Rp 2,2 T, Siapa Dalangnya?

Terkuak! IHSG Melesat Saat Asing Borong Jual Rp 2,2 T, Siapa Dalangnya?

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif pada perdagangan Senin (25/5), berhasil ditutup menguat signifikan meski pasar saham domestik dihantam aksi jual besar-besaran oleh investor asing. IHSG melonjak 44,30 poin atau 0,72%, mencapai level 6.206,35. Fenomena ini menarik perhatian, mengingat investor global justru mencatatkan penjualan bersih (net sell) mencapai Rp 2,22 triliun di seluruh pasar.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun Haluannews.id, total nilai jual asing tercatat sebesar Rp 7,53 triliun, jauh melampaui nilai beli mereka yang hanya Rp 5,31 triliun. Tekanan jual ini diyakini terkait dengan sentimen rebalancing indeks MSCI serta pelemahan nilai tukar rupiah yang masih membayangi aset-aset pasar berkembang, termasuk Indonesia.

Terkuak! IHSG Melesat Saat Asing Borong Jual Rp 2,2 T, Siapa Dalangnya?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, di sinilah keunikan pasar saham Indonesia terlihat. Arus keluar dana asing yang deras ternyata tidak serta-merta menjatuhkan IHSG. Justru, aksi jual investor global ini langsung diserap oleh kekuatan domestik, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) dan emiten konglomerasi.

Ambil contoh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Saham perbankan jumbo ini menjadi target net sell asing terbesar, mencapai Rp 248,6 miliar. Namun, investor domestik sigap menampung buangan asing tersebut, bahkan mendorong harga BMRI naik 2,43% di penutupan perdagangan. Kisah serupa terjadi pada PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), yang dilepas asing senilai Rp 226,2 miliar namun berhasil diangkat 8,62% berkat serapan investor lokal.

Situasi berbeda dialami oleh saham-saham Grup Prajogo Pangestu, seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), hingga PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Meskipun juga menjadi sasaran jual asing, investor domestik cenderung enggan menampung saham-saham ini di harga tinggi, mengakibatkan tekanan jual asing membuat harga saham-saham tersebut ambruk.

Di sisi lain, saham-saham bank raksasa tetap menjadi pilar utama penopang indeks. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan BMRI secara kolektif menjadi penggerak terbesar penguatan IHSG. Bahkan, BBRI tercatat sebagai saham dengan net buy asing terbesar mencapai Rp 114,2 miliar, disusul PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 112,2 miliar, dan BBCA Rp 64,6 miliar.

Dari perspektif teknikal, IHSG juga mulai menunjukkan sinyal meredanya tekanan jual setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam dari puncak 9.100-an hingga sempat menyentuh level 5.900. Dalam beberapa sesi terakhir, indeks terlihat lebih stabil dan berupaya membentuk area konsolidasi baru di rentang 6.000-6.300. Meskipun demikian, tren jangka menengah IHSG masih cenderung bearish, ditandai oleh pola lower high dan lower low. Ini mengindikasikan bahwa penguatan saat ini lebih merupakan rebound teknikal ketimbang pembalikan arah tren secara penuh.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar