Haluannews Ekonomi – Jakarta – Pasar modal Indonesia kembali diwarnai aksi jual besar-besaran oleh investor asing pada perdagangan Senin (25/5/2026). Nilai jual bersih (net sell) asing membengkak signifikan mencapai Rp2,22 triliun, menjadi sorotan utama pelaku pasar. Namun, di tengah derasnya arus keluar modal tersebut, sejumlah saham unggulan justru diam-diam menjadi incaran koleksi investor global, menunjukkan selektivitas yang tinggi terhadap fundamental perusahaan.

Related Post
Angka net sell yang mencapai triliunan rupiah ini jauh melampaui catatan pekan sebelumnya. Sepanjang periode 18-22 Mei, investor asing membukukan net sell sebesar Rp809,1 miliar. Pembengkakan tajam ini tentu menjadi perhatian serius, mengindikasikan adanya pergeseran strategi atau sentimen negatif yang lebih kuat di kalangan investor global.

Di antara saham-saham yang berhasil menarik perhatian dan diborong, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin daftar dengan nilai pembelian bersih asing mencapai Rp114,2 miliar. Fenomena ini menarik, mengingat investor global justru ramai melepas saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) lainnya seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Kondisi ini mengindikasikan bahwa investor asing tetap memprioritaskan saham dengan fundamental kuat dan prospek jangka panjang yang menjanjikan di tengah tekanan pasar.
Selain BBRI, saham emiten pertambangan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga menjadi magnet bagi investor asing, dengan nilai pembelian mencapai Rp112,2 miliar. Tak ketinggalan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net buy sebesar Rp64,6 miliar, diiringi nilai transaksi jumbo yang hampir menyentuh Rp3 triliun. Angka transaksi ini menegaskan posisi BBCA sebagai salah satu saham paling likuid dan diminati di pasar.
Berikut adalah daftar saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan Senin (25/5/2026):
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp114,2 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp112,2 miliar
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp64,6 miliar
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menunjukkan ketangguhannya di tengah tekanan jual asing. Pada penutupan sesi kedua perdagangan Senin (25/5/2026), IHSG menguat 44,30 poin atau 0,72% ke level 6.206,35. Penguatan ini melanjutkan tren positif setelah pekan lalu sempat tertekan cukup dalam.
Kinerja positif IHSG didukung oleh mayoritas saham yang menguat, tercatat 470 saham naik, 236 melemah, dan 114 bergerak stagnan. Total nilai transaksi pada perdagangan hari itu mencapai Rp16,88 triliun, melibatkan 27,60 miliar saham dengan frekuensi 2,06 juta kali transaksi.
Secara sektoral, sektor finansial, industri, dan properti memimpin penguatan, menunjukkan optimisme di sektor-sektor tersebut. Sebaliknya, sektor infrastruktur, energi, dan barang baku menjadi penekan indeks, mencatatkan pelemahan. Tiga bank raksasa Indonesia, yaitu BBRI, BBCA, dan BMRI, menjadi motor utama penggerak IHSG. Emiten lain seperti PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turut berkontribusi dalam mendongkrak indeks pada perdagangan kemarin.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar