Industri Asuransi Siaga Satu! Daya Beli Loyo Jadi Momok?

Industri Asuransi Siaga Satu! Daya Beli Loyo Jadi Momok?

Haluannews Ekonomi – Industri asuransi Indonesia tengah menghadapi fase "normal waspada" di tengah perlambatan ekonomi global dan domestik. Tantangan ini diperparah dengan daya beli masyarakat yang melemah, berdampak langsung pada pertumbuhan premi asuransi.

COLLABMEDIANET

Menurut President Direktur PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI), Hastanto Sri Margi Widodo, industri asuransi akan semakin dinamis pada tahun 2025 dengan implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 117 (PSAK 117). Perubahan ini akan membawa dampak signifikan pada pengakuan pendapatan premi, yang sebelumnya diakui langsung namun tidak lagi demikian per 1 Januari 2025.

Industri Asuransi Siaga Satu! Daya Beli Loyo Jadi Momok?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Transisi PSAK 117 ini menjadi tantangan tersendiri bagi industri asuransi," ujar Hastanto dalam dialog di Haluannews.id, Selasa (05/08/2025). "Ditambah lagi dengan daya beli yang belum pulih, tentu ini menjadi perhatian serius bagi kami."

Meskipun demikian, Hastanto tetap optimis terhadap prospek bisnis asuransi. Ia meyakini bahwa asuransi tetap menjadi pilar penting dalam mendukung sektor kredit, yang merupakan salah satu motor penggerak ekonomi.

"Asuransi memiliki peran krusial dalam memitigasi risiko dan memberikan kepastian bagi para pelaku ekonomi," jelasnya. "Kami akan terus berinovasi dan beradaptasi untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada."

Industri asuransi perlu mengambil langkah strategis untuk mengatasi tantangan daya beli dan transisi PSAK 117. Inovasi produk, peningkatan efisiensi operasional, dan fokus pada edukasi masyarakat menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan dan relevansi di tengah ketidakpastian ekonomi.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar