IHSG Terbang Tinggi! Sentimen Positif Ini Jadi Pemicunya

IHSG Terbang Tinggi! Sentimen Positif Ini Jadi Pemicunya

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mengejutkan melonjak lebih dari 1% dan menembus level 8.141 pada perdagangan sesi siang. Kenaikan signifikan ini terjadi di tengah fluktuasi pasar yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

COLLABMEDIANET

Hingga pukul 11.30 WIB, IHSG tetap kokoh di zona hijau. Data menunjukkan 428 saham mengalami kenaikan, sementara 266 saham terkoreksi, dan 262 saham stagnan.

IHSG Terbang Tinggi! Sentimen Positif Ini Jadi Pemicunya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Nilai transaksi pada sesi siang ini mencapai Rp 10,02 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 12,19 miliar saham dalam 1,15 juta transaksi.

Hampir seluruh sektor terpantau menghijau. Sektor bahan baku memimpin penguatan dengan kenaikan 2,19%, diikuti oleh sektor energi (1,85%) dan properti (1,13%).

Sebelumnya, IHSG mencatatkan penurunan selama tiga hari berturut-turut. Pada periode 13-15 Oktober, IHSG ditutup melemah masing-masing sebesar 0,37%, 1,95%, dan 0,19%.

Kinerja positif IHSG hari ini didorong oleh pergerakan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. BBTN mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,75%, diikuti oleh BBNI (1,59%), BBRI (1,43%), BMRI (1,23%), dan BRIS (1,6%).

Saham-saham perbankan raksasa seperti BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI menjadi motor penggerak utama, menyumbang 21,55 poin indeks terhadap penguatan IHSG.

Selain itu, saham-saham milik konglomerat juga turut memberikan dorongan positif. Dian Swastatika (DSSA) dari grup Sinar Mas menyumbang 19,12 poin indeks, sementara Amman Mineral (AMMN) dari grup Salim berkontribusi 10,2 poin indeks.

Pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh rilis data ekonomi penting dari dalam dan luar negeri. Tekanan deflasi di China masih berlanjut, dengan Indeks Harga Konsumen (CPI) turun 0,3% (yoy) pada September 2025, mengindikasikan lemahnya permintaan domestik.

Di dalam negeri, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia naik menjadi US$431,9 miliar per Agustus. Pemerintah juga mempertimbangkan penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah pelemahan penerimaan pajak.

Dari sisi korporasi, Danantara mengumumkan efisiensi melalui pemangkasan jumlah komisaris BUMN dan penghapusan bonus tahunan, yang diklaim dapat menghemat hingga Rp8,28 triliun per tahun.

Kementerian Keuangan meluncurkan kanal pengaduan "Lapor Pak Purbaya" untuk memperkuat transparansi fiskal. Sementara itu, pasar global menantikan rilis data inflasi produsen (PPI) dan penjualan ritel AS untuk September, yang akan menjadi petunjuk arah inflasi dan kebijakan suku bunga The Fed.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar