IHSG Terbang Tinggi Sentimen Nikel Mereda

IHSG Terbang Tinggi Sentimen Nikel Mereda

haluannews.id – Pasar saham domestik menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan Kamis 25 Juni Indeks Harga Saham Gabungan IHSG berhasil melesat 196 persen mengakhiri sesi di level 599904 Penguatan signifikan ini didorong oleh kinerja cemerlang beberapa saham unggulan seperti MORA yang melonjak 1630 persen ASII dengan kenaikan 603 persen dan BBCA yang menguat 169 persen

COLLABMEDIANET

Namun di tengah euforia kenaikan indeks beberapa saham justru menjadi beban pergerakan AMMN terkoreksi 087 persen BRMS melemah 091 persen dan ADMR anjlok 313 persen Meskipun IHSG perkasa investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp20110 miliar di pasar reguler dan total Rp29900 miliar di seluruh pasar Seluruh sektor ditutup positif dengan sektor infrastruktur memimpin kenaikan sebesar 381 persen

IHSG Terbang Tinggi Sentimen Nikel Mereda
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sementara itu bursa saham Amerika Serikat menunjukkan pergerakan yang bervariasi Indeks Dow Jones ditutup naik tipis 014 persen S&P 500 relatif datar dengan pelemahan minor 001 persen sedangkan Nasdaq mengalami penurunan 046 persen

Sentimen positif di pasar domestik semakin menguat setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM secara tegas membantah rumor mengenai kenaikan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya RKAB nikel untuk tahun 2026 Kabar sebelumnya menyebutkan potensi peningkatan kuota dari kisaran 260 juta ton menjadi 360 juta ton Penolakan rumor ini disambut baik pasar tercermin dari penguatan ETF EIDO sebesar 162 persen dan indeks MSCI Indonesia yang naik 157 persen di pasar offshore

Isu kenaikan kuota RKAB nikel sempat memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar Pasalnya peningkatan pasokan yang drastis dikhawatirkan dapat menekan harga nikel global Hal ini berpotensi merugikan emiten yang sangat bergantung pada harga bijih nikel seperti INCO ANTM NICL dan IFSH Di sisi lain perusahaan dengan rantai bisnis terintegrasi hingga hilirisasi seperti NCKL dan MBMA justru dinilai lebih tangguh karena tambahan pasokan bijih dapat mendukung optimalisasi smelter dan fasilitas HPAL mereka Kementerian ESDM menegaskan belum ada keputusan resmi terkait besaran kuota RKAB nikel 2026 sehingga spekulasi pasar mereda

Beralih ke kabar korporasi PT Esa Medika Mandiri Tbk EMMI baru saja merampungkan masa penawaran awal atau book building pada 22 hingga 24 Juni 2026 sebagai bagian dari proses penawaran umum perdana saham IPO Perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan peralatan medis krusial untuk fasilitas kesehatan ini dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026 EMMI telah melayani lebih dari 200 rumah sakit dan institusi kesehatan di seluruh Indonesia

Dalam IPO ini EMMI menawarkan maksimal 52286 juta saham baru atau setara 30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pasca IPO Dengan rentang harga penawaran Rp446 hingga Rp515 per saham perseroan berpotensi meraup dana hingga sekitar Rp26927 miliar Sebagian kecil yaitu 5229 juta saham atau 10 persen dari saham yang ditawarkan dialokasikan untuk program Employee Stock Allocation ESA

Dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk beberapa keperluan penting Sekitar Rp50 miliar dialokasikan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman Rp3177 miliar untuk pembangunan pabrik di Cikupa Rp18499 miliar sebagai modal kerja termasuk pembelian barang proyek bahan baku dan persediaan serta sekitar Rp25 miliar untuk biaya emisi

Tak kalah menarik PT Gudang Garam Tbk GGRM mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp800 per saham Total nilai dividen mencapai sekitar Rp154 triliun yang mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 9889 persen dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk

Meskipun pendapatan perseroan pada tahun 2025 mengalami penurunan 941 persen secara tahunan menjadi Rp8937 triliun penurunan signifikan pada beban usaha sebesar 1381 persen menjadi Rp663 triliun berhasil menopang laba bersih Laba bersih GGRM melonjak 5871 persen menjadi Rp156 triliun dan laba per saham dasar EPS meningkat menjadi Rp809 dari Rp510 pada tahun sebelumnya

Pada penutupan perdagangan 25 Juni saham GGRM berada di level Rp16900 per saham memberikan estimasi imbal hasil dividen sekitar 473 persen Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 1 Juli 2026 sementara pembayaran dividen dijadwalkan pada 23 Juli 2026

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar