Haluannews Ekonomi – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali menyentuh level 7.000 menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun turut optimistis, bahkan berharap IHSG dapat menembus level 8.000 di tahun ini. Hal ini disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK), Inarno Djajadi.

Related Post
Menurut Inarno, pergerakan IHSG di atas level 7.000 mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas sistem keuangan Indonesia di tengah gejolak ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik. Optimisme terhadap kinerja ekonomi domestik dan emiten Tanah Air juga menjadi pendorong utama. "Apakah akan terus meningkat sampai ke level 8.000? Itu harapan kita semua," ujar Inarno dalam keterangan tertulis, Senin (2/6).

Namun, Inarno mengingatkan bahwa menjaga optimisme pasar membutuhkan kerja sama semua pihak, tak hanya OJK semata. Ia menekankan bahwa kinerja IHSG dipengaruhi berbagai faktor, baik domestik maupun global. "Downside risk global masih tinggi dan perlu terus diantisipasi," tegasnya.
Lebih lanjut, OJK bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sepakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi kebijakan guna mitigasi risiko global serta memperkuat perekonomian dan sektor keuangan dalam negeri. Dengan demikian, pencapaian target IHSG di level 8.000 menjadi sebuah target yang realistis, meski tantangan global masih membayangi.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar