haluannews.id – Pasar modal Indonesia pada Kamis 11 Juni sempat menunjukkan sinyal positif di awal perdagangan. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat AS sama-sama mencatatkan penguatan yang menjanjikan. Namun euforia tersebut tak mampu bertahan lama.

Related Post
Momentum rebound yang sempat terbangun justru berbalik arah secara drastis di sesi kedua. IHSG harus rela terperosok cukup dalam menutup perdagangan dengan pelemahan signifikan 191 persen dan parkir di level 5789. Senasib dengan indeks saham kebanggaan Tanah Air mata uang Garuda juga tak mampu menahan tekanan jual. Rupiah terpantau terkoreksi tajam hingga menyentuh angka 17965 per dolar AS.

Lantas sentimen apa saja yang menjadi pemicu utama koreksi mendalam di pasar keuangan domestik ini Para pelaku pasar kini menyoroti sejumlah isu krusial yang membebani pergerakan harga saham dan nilai tukar mata uang. Berbagai faktor baik dari dalam maupun luar negeri disinyalir turut andil dalam menekan performa pasar.
Analisis mendalam mengenai fenomena ini sempat dibahas dalam program Power Lunch haluannews.id bersama FX Analyst Elvan Chandra Widyatama. Diskusi tersebut mengupas tuntas sentimen-sentimen yang membuat IHSG dan rupiah gagal mempertahankan penguatan awal mereka.










Tinggalkan komentar