Haluannews Ekonomi – IHSG berhasil menutup perdagangan Selasa (27/5/2025) dengan kenaikan tipis 0,15% atau 10,61 poin, parkir di level 7.198,97. Meskipun demikian, pergerakan indeks masih dibayangi potensi koreksi, mengingat hanya tersisa tiga hari perdagangan sebelum libur Kenaikan Isa Almasih. Nilai transaksi mencapai Rp 13,33 triliun dengan volume 27,21 miliar saham diperdagangkan. Secara teknikal, IHSG masih menguji level psikologis 7.200.

Related Post
Sentimen global yang membaik turut mempengaruhi pergerakan IHSG. Haluannews.id mencatat, JP Morgan menaikkan rating pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menjadi overweight. Ironisnya, di tengah sentimen positif tersebut, investor asing justru melakukan net sell sebesar Rp 211,12 miliar (Rp 113 miliar di pasar reguler dan Rp 98,12 miliar di pasar negosiasi dan tunai).

Namun, di balik aksi jual bersih tersebut, terdapat fenomena menarik. Investor asing justru memborong sejumlah saham emiten besar, terutama saham-saham BUMN, yang mendorong penguatan IHSG. BBRI menjadi primadona dengan net buy mencapai Rp 391,77 miliar, disusul ANTM (Rp 95,56 miliar) dan TLKM (Rp 71,42 miliar). Daftar 10 saham dengan net foreign buy terbesar juga mencakup BBNI, GOTO, BRIS, DEWA, TPIA, RATU, dan INCO. Hal ini menunjukkan adanya strategi investasi yang selektif dari investor asing di tengah ketidakpastian pasar.
Pergerakan IHSG ke depan masih perlu dipantau dengan cermat. Potensi koreksi tetap ada, namun aksi beli saham-saham unggulan oleh investor asing bisa menjadi penopang bagi kinerja indeks.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar