IHSG Meroket! Saham Bank Jadi Incaran

IHSG Meroket! Saham Bank Jadi Incaran

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (12/8/2025) dengan kinerja impresif, melesat 0,79% ke level 7.666,09. Fenomena ini diiringi oleh aktivitas perdagangan yang cukup signifikan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 208,2 miliar yang melibatkan 289,9 juta saham dalam 25.410 kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, 222 saham mencatatkan kenaikan, 56 saham mengalami penurunan, sementara 678 saham lainnya stagnan.

COLLABMEDIANET

Sorotan tertuju pada saham-saham perbankan yang menjadi primadona investor. BBRI memimpin dengan nilai transaksi tertinggi mencapai Rp 70,7 miliar, disusul oleh BBCA dengan Rp 61,8 miliar, dan BMRI dengan Rp 39,6 miliar. Kenaikan IHSG juga tak lepas dari peran investor asing yang kembali mencatatkan net buy signifikan, mencapai Rp 849,85 miliar pada Senin (11/8/2025). Tren positif ini berlanjut dari pekan sebelumnya, menandai berakhirnya periode net sell yang sebelumnya terjadi. Investor asing tercatat paling agresif memborong saham emiten perbankan, dengan BBCA sebagai yang teratas (Rp 425,1 miliar), diikuti BBRI (Rp 234,6 miliar), dan FILM (Rp 117,2 miliar).

IHSG Meroket! Saham Bank Jadi Incaran
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dua sentimen eksternal menjadi perhatian pasar hari ini. Pertama, rilis data inflasi AS periode Juli 2025 yang akan mempengaruhi kebijakan moneter The Fed bulan depan. Kedua, perpanjangan potensial dari gencatan tarif impor AS-China yang dinantikan pasar sebagai indikator kebijakan yang lebih longgar antara kedua negara adidaya tersebut. Di sisi domestik, rilis data penjualan ritel kemarin dan kembalinya aliran dana asing turut memberi sentimen positif.

Secara regional, pasar saham Asia juga menunjukkan tren positif. Indeks Nikkei 225 Jepang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di angka 42.629,17, didorong oleh sektor energi, teknologi, keuangan, dan utilitas. Indeks Topix naik 0,74%, Kospi Korea Selatan menguat 0,66%, dan Kosdaq naik 0,4%. Hanya indeks S&P/ASX 200 Australia yang stagnan. Kenaikan di pasar Asia ini dipengaruhi oleh keputusan Presiden Amerika Serikat untuk memperpanjang gencatan dagang dengan China selama 90 hari hingga pertengahan November.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar