Haluannews Ekonomi – Aliran dana asing kembali meninggalkan pasar modal Indonesia. Haluannews.id mencatat, Rabu (3/9/2025), investor asing membukukan net sell mencapai Rp 1,39 triliun. Saham BBCA menjadi penyumbang net foreign sell terbesar, yakni Rp 939,7 miliar. Penjualan besar-besaran ini terjadi seiring koreksi 3,92% pada saham bank swasta milik Djarum tersebut dalam lima hari perdagangan terakhir. PANI menyusul dengan net sell Rp 239,6 miliar, dan sahamnya tertekan -2,05% ke level 15.550. Dua emiten milik Prajogo Pangestu, BREN dan BRPT, juga menjadi sasaran jual asing dengan net foreign sell masing-masing Rp 80 miliar dan Rp 35,2 miliar. Berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar kemarin: (Daftar 10 saham dapat ditambahkan di sini jika tersedia dalam berita asli).

Related Post
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menunjukkan kinerja impresif. Rabu kemarin, IHSG melesat 84,27 poin atau 1,08%, ditutup di level 7.885,86. Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 7.840,75-7.911,62. Sebanyak 420 saham menguat, 284 melemah, dan 252 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 18,01 triliun, melibatkan 36,03 miliar saham dalam 2,13 juta kali transaksi.

Sektor energi menjadi yang paling perkasa, mencatatkan kenaikan 3,94%, disusul sektor kesehatan (1,18%) dan konsumer non-primer (1,02%). DSSA, emiten tambang Sinar Mas, menjadi penggerak utama indeks dengan bobot 39,1 indeks poin. SMMA, emiten Sinar Mas lainnya, juga berkontribusi signifikan dengan kenaikan 4,57% ke level 16.575 dan memberikan kontribusi 5,78 indeks poin. Pergerakan IHSG ini menimbulkan pertanyaan menarik terkait strategi investasi asing di tengah rebound pasar domestik.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar