IHSG Menggila Sesi Satu Transaksi Tembus Rp10 T

IHSG Menggila Sesi Satu Transaksi Tembus Rp10 T

haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menutup perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa 14 Juli 2026, dengan performa yang memukau. Pasar modal Indonesia kembali bergairah, mencatatkan kenaikan signifikan dan nilai transaksi yang fantastis, menembus angka dua digit triliun rupiah.

COLLABMEDIANET

Pada penutupan sesi siang, IHSG parkir di level 6.074,61, melonjak 36,77 poin atau setara dengan penguatan 0,61%. Kenaikan ini didorong oleh dominasi sentimen positif di kalangan investor. Sebanyak 444 emiten berhasil mengakhiri sesi di zona hijau, sementara 191 saham terperosok ke zona merah, dan 330 lainnya bergerak stagnan.

IHSG Menggila Sesi Satu Transaksi Tembus Rp10 T
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Aktivitas perdagangan terlihat kembali ramai. Total nilai transaksi mencapai Rp 10,14 triliun hanya dalam satu sesi, melibatkan 18,33 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui 1,75 juta kali transaksi. Angka ini menunjukkan peningkatan gairah pasar dibandingkan total perdagangan kemarin yang mencatat Rp 12,14 triliun dengan volume 25,07 miliar saham sepanjang hari penuh.

Mengutip data Refinitiv, hampir seluruh sektor industri turut menyumbang kekuatan bagi IHSG. Hanya sektor finansial yang mengalami koreksi tipis sebesar 0,75%, menjadi satu-satunya penekan di tengah optimisme pasar.

Pergerakan saham-saham konglomerat menjadi pendorong utama penguatan IHSG siang ini. Saham Barito Renewables Energy (BREN) melesat 6,19%, memberikan kontribusi positif sebesar 7,74 poin terhadap indeks. Tak ketinggalan, emiten Grup Bakrie, Bumi Resources Minerals (BRMS), terbang 9,43% dengan sumbangan 7,44 poin, diikuti oleh VKTR yang menambah 5,54 poin.

Namun, di sisi lain, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar atau "bank jumbo" justru menjadi pemberat utama. Bank Central Asia (BBCA) tergelincir 1,2%, menekan IHSG sebesar -6,62 poin. Disusul oleh Bank Mandiri (BMRI) dengan tekanan -4,9 poin, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang berkontribusi -4,38 poin.

Meskipun pasar terlihat ramai, volatilitas masih membayangi pergerakan IHSG. Setelah dibuka dengan kenaikan 0,33% di pagi hari, indeks sempat merosot tajam hingga menyentuh level terendah 6.002,9 sebelum akhirnya bangkit kembali.

Kinerja positif IHSG juga mendapat dukungan dari kabar baik global. Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) baru-baru ini mengukuhkan peringkat kredit (sovereign rating) Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan prospek yang tetap stabil. Keputusan ini menjadi angin segar setelah sebelumnya pasar sempat khawatir dengan potensi penurunan outlook Indonesia.

Penetapan peringkat stabil oleh S&P Global Ratings ini sangat berarti, mengingat di awal tahun 2026 Indonesia sempat menghadapi tekanan dari lembaga pemeringkat global lainnya seperti Moody’s dan Fitch Ratings yang lebih dulu menurunkan prospeknya. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan domestik, keputusan S&P menunjukkan kepercayaan kuat terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih terjaga.

Dalam laporannya, S&P menjelaskan bahwa prospek stabil ini merefleksikan keyakinan mereka terhadap pemulihan penerimaan pemerintah yang berkelanjutan, perbaikan kinerja ekspor berkat kenaikan harga komoditas, serta komitmen disiplin pemerintah dalam menjaga defisit fiskal di bawah 3% dari PDB sebagai jangkar kebijakan ekonomi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar