IHSG Melejit 2%! Konglomerat Jadi Penopang Utama Pasar RI

IHSG Melejit 2%! Konglomerat Jadi Penopang Utama Pasar RI

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak kinerja impresif pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat (10/4/2026), dengan melesat 2,02% ke level 7.455,46. Penguatan signifikan ini menambah 148 poin bagi indeks acuan pasar modal Indonesia, menandai penutupan pekan yang positif.

COLLABMEDIANET

Kenaikan ini bukan anomali, melainkan kelanjutan dari rebound yang telah berlangsung selama dua hari terakhir, dimulai sejak Rabu (8/4) dengan lonjakan lebih dari 4%. Pasar menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat setelah beberapa waktu mengalami tekanan.

IHSG Melejit 2%! Konglomerat Jadi Penopang Utama Pasar RI
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Data transaksi menunjukkan aktivitas yang masif, dengan nilai mencapai Rp 9,45 triliun, melibatkan 22,57 miliar saham dalam 1,31 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun ikut terkerek, mencapai Rp 13.203 triliun. Sebanyak 470 saham menguat, 177 melemah, dan 168 stagnan, mencerminkan dominasi sentimen beli di sesi pertama.

Menurut data Refinitiv yang dihimpun Haluannews.id, seluruh sektor perdagangan mencatatkan penguatan. Sektor barang baku, konsumer non-primer, dan properti memimpin dengan kenaikan tertinggi, menunjukkan minat investor yang meluas di berbagai segmen ekonomi.

Performa IHSG hari ini tak lepas dari peran vital saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) dan emiten milik konglomerat. Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi motor utama dengan sumbangan 14,18 indeks poin, menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang salah satunya membahas pembagian dividen. Tak kalah penting, saham Chandra Asri Pacific (TPIA) milik Grup Barito milik Prajogo Pangestu, turut menjadi penopang utama dengan kontribusi 14,02 indeks poin. Saham-saham Grup Barito lainnya juga kompak menguat. Selain itu, MSIN dari Grup MNC, emiten batu bara Bayan Resources (BYAN) milik Low Tuck Kwong, dan PANI milik Aguan juga turut menjadi penggerak signifikan.

Di tengah euforia pasar domestik, pelaku pasar global masih mencermati sejumlah sentimen krusial, terutama menjelang penutupan perdagangan pekan ini. Konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, masih menjadi bayang-bayang. Meskipun gencatan senjata rapuh selama dua pekan telah diumumkan, lalu lintas di Selat Hormuz, jalur vital energi global, masih sangat terbatas. Iran menuntut penghentian serangan total untuk membuka penuh selat tersebut, sementara Israel juga dilaporkan menyetujui kesepakatan. Presiden Donald Trump sempat menghentikan serangan sebagai upaya meredakan konflik, namun memperingatkan Iran agar tidak mengganggu kapal tanker. Ironisnya, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh AS melanggar kesepakatan, menambah ketidakpastian di pasar global.

Di pasar Asia-Pasifik, mayoritas indeks dibuka menguat. Kospi Korea Selatan melonjak 1,68%, diikuti Kosdaq yang naik 1,14%. Nikkei 225 Jepang juga menguat 1,65%, meski Topix bergerak relatif datar. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengumumkan rencana pelepasan cadangan minyak negaranya selama 20 hari mulai Mei, mengingat cadangan yang cukup untuk 230 hari per 6 April. Namun, indeks S&P/ASX 200 Australia justru melemah 0,51%. Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong terpantau lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya.

Harga minyak dunia masih menunjukkan tren kenaikan. West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,69% menjadi US$98,55 per barel, sementara Brent crude naik 0,91% ke US$95,92 per barel, setelah sempat menembus US$100. Optimisme meredanya konflik geopolitik juga tercermin di Wall Street. Indeks saham AS ditutup menguat semalam, dengan S&P 500 naik 0,62%, Nasdaq Composite menguat 0,83%, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,58%, kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun.

Pasar keuangan Indonesia menutup pekan ini dengan catatan positif, ditopang oleh fundamental domestik dan sentimen global yang mulai mereda, meski kewaspadaan tetap diperlukan terhadap dinamika geopolitik yang terus berkembang.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar