Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas pelemahan di penghujung perdagangan hari Jumat (23/1/2026), meskipun tetap harus mengakui penurunan sebesar 0,46% atau 41,17 poin, menutup sesi di level 8.951,01. Sepanjang hari, IHSG bergulat dengan tekanan jual yang cukup signifikan, bergerak dalam rentang 8.837,83 hingga 9.039,67.

Related Post
Pada sesi pertama perdagangan, IHSG sempat terperosok lebih dari 1%. Data menunjukkan, sebanyak 521 saham mengalami penurunan, sementara 200 saham berhasil mencatatkan kenaikan, dan 237 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 31,87 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 61 miliar saham dalam 3,23 juta transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 16.244 triliun.

Sektor teknologi menjadi satu-satunya harapan dengan kenaikan 1,38%, sementara sektor lainnya mayoritas berada di zona merah. Sektor bahan baku mengalami penurunan terdalam sebesar 2,19%, diikuti oleh sektor utilitas (-1,95%), industri (-1,72%), konsumer non-primer (-1,37%), dan konsumer primer (-0,84%).
Saham Mora Telematika Indonesia (MORA) menjadi salah satu penopang utama yang membantu IHSG mengurangi kerugian. Menjelang penutupan sesi kedua, MORA melonjak 8,1% ke level 14.675, memberikan kontribusi sebesar 9,08 indeks poin. Selain itu, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) juga memberikan andil positif dengan kenaikan 1,05% ke level 3.850, menyumbang 6,29 indeks poin. Saham BUMI yang sempat terkoreksi dalam dua hari terakhir, berhasil rebound dengan kenaikan 3,45% ke level 360, memberikan bobot 3,12 indeks poin bagi IHSG.
Di sisi lain, mayoritas saham milik Prajogo Pangestu justru menjadi pemberat indeks. Amman Mineral International (AMMN), milik Salim dan Agus Projosasmito, menjadi saham dengan bobot negatif terbesar, yaitu -14,41 indeks poin setelah mengalami penurunan 6,19% ke level 7.200. Secara keseluruhan, saham-saham Prajogo Pangestu seperti Petrosea (PTRO), Barito Pacific (BRPT), Barito Renewables Energy (BREN), Chandra Asri Pacific (TPIA), dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) membebani IHSG sebesar -33,39 indeks poin.
Berbanding terbalik dengan IHSG, bursa saham Asia lainnya justru menunjukkan kinerja positif. Nikkei Jepang naik 0,29%, Kospi Korea Selatan naik 0,76%, FTSE Singapura naik 0,17%, dan HSI Hong Kong naik 0,45%.
Di pasar valuta asing, Rupiah justru memberikan kejutan positif dengan menutup perdagangan hari Jumat (23/1/2026) dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Refinitiv, Rupiah ditutup menguat 0,41% ke level Rp16.810/US$. Ini merupakan level penutupan terkuat Rupiah sejak 9 Januari 2026, atau dalam dua pekan terakhir. Penguatan Rupiah sudah terlihat sejak awal sesi, dibuka di level Rp16.800/US$ dan bergerak fluktuatif sepanjang hari sebelum akhirnya bertahan di zona hijau hingga penutupan.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar