haluannews.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus menunjukkan taringnya di industri perbankan nasional dengan mencatatkan performa keuangan yang sangat impresif. Memasuki periode akhir tahun 2026, bank pelat merah ini telah menyiapkan peta jalan strategis guna menjaga momentum pertumbuhan yang tengah berada di jalur positif. Melalui serangkaian langkah terukur, Mandiri optimistis dapat memperkuat dominasi pasarnya di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

Related Post
Dalam agenda Paparan Kinerja Kuartal III 2026 yang digelar pada Jumat (23/10/2026), manajemen Bank Mandiri secara resmi mengumumkan tiga pilar utama yang akan menjadi fokus prioritas perusahaan hingga penghujung tahun. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai tidak hanya besar secara angka, tetapi juga sehat dan berkelanjutan.

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Novita W. Anggraini, menjelaskan bahwa prioritas pertama perusahaan adalah melanjutkan ekspansi penyaluran kredit secara selektif. Alih-alih mengejar kuantitas semata, Mandiri akan lebih menekankan pada penguatan ekosistem bisnis. Strategi ini bertujuan agar penyaluran kredit dapat menyasar sektor-sektor yang memiliki prospek cerah dan risiko yang terkendali.
Fokus kedua yang tidak kalah krusial adalah optimalisasi penghimpunan dana murah. Mandiri tengah gencar mendorong strategi berbasis transaksi untuk menarik Dana Pihak Ketiga (DPK). Dengan memperbanyak volume transaksi nasabah, bank dapat menekan biaya dana (cost of fund) dan meningkatkan efisiensi keuangan secara keseluruhan.
Terakhir, digitalisasi tetap menjadi jantung dari strategi bisnis Bank Mandiri. Transformasi digital ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan upaya nyata untuk mendongkrak produktivitas serta profitabilitas perusahaan. Melalui layanan digital yang semakin canggih, Mandiri berharap dapat memberikan pengalaman perbankan yang lebih seamless bagi seluruh nasabahnya.
"Target pertumbuhan terus kami evaluasi dengan mempertimbangkan realisasi kinerja, kondisi pasar, serta prospek ke depan. Kami juga tetap berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kecukupan likuiditas, dan kualitas aset," tegas Novita dalam keterangannya.
Keberhasilan strategi yang telah dijalankan sebelumnya terlihat jelas dari laporan keuangan kuartal III 2026. Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih konsolidasi yang fantastis, yakni mencapai Rp45,5 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang sangat signifikan sebesar 20,7% secara tahunan (year on year/YoY). Lonjakan laba ini didorong oleh ekspansi kredit yang agresif, pertumbuhan transaksi digital yang masif, serta peningkatan efisiensi operasional.
Secara lebih mendalam, kinerja intermediasi perseroan menunjukkan tren penguatan yang konsisten. Pada kategori bank only, penyaluran kredit Mandiri per September 2026 telah menyentuh angka Rp1.605,8 triliun, atau tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan itu, perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga melonjak 17,7% YoY menjadi Rp1.750,2 triliun. Capaian ini mempertegas posisi Bank Mandiri sebagai salah satu pemain utama dalam roda perekonomian Indonesia.










Tinggalkan komentar