haluannews.id – Indeks Harga Saham Gabungan IHSG mengakhiri perdagangan Rabu 2 September 2026 dengan performa yang kurang bergairah. Setelah bergerak fluktuatif sepanjang hari, indeks acuan bursa saham Indonesia ini akhirnya ditutup di teritori negatif, mencatatkan koreksi tipis.

Related Post
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia BEI, IHSG tergerus 9,04 poin atau setara 0,14 persen, menempatkan posisinya di level 6.590,90. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh puncak di 6.629,54 sebelum merosot ke titik terendah 6.561,00. Indeks dibuka pada level 6.625,39.

Aktivitas perdagangan hari ini cukup ramai, dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp15,50 triliun. Sebanyak 60,81 miliar lembar saham berpindah tangan dalam 2,37 juta kali frekuensi transaksi. Dinamika pasar menunjukkan 344 saham mengalami penurunan, sedikit lebih banyak dari 290 saham yang berhasil menguat, sementara 329 saham lainnya terpantau stagnan.
Dari sebelas sektor yang terdaftar di BEI, enam di antaranya berhasil mempertahankan posisi di zona hijau. Sektor konsumer non-primer tampil sebagai pemimpin kenaikan, melesat 1,75 persen. Disusul oleh sektor teknologi yang naik 0,80 persen, dan sektor keuangan dengan penguatan 0,47 persen.
Namun, tekanan jual yang signifikan datang dari sektor bahan baku, yang anjlok 1,45 persen. Sektor utilitas juga turut membebani indeks dengan pelemahan 1,31 persen.
Beberapa saham berkapitalisasi besar dan menengah berperan penting dalam menahan laju penurunan IHSG. PT DCI Indonesia Tbk DCII menjadi penopang utama dengan sumbangan 8,49 poin. Diikuti oleh PT Global Digital Niaga Tbk BELI yang menyumbang 5,91 poin, serta PT Bank Central Asia Tbk BBCA dengan kontribusi 4,69 poin. Saham lain yang turut memberikan dorongan positif adalah Dian Swastatika Sentosa DSSA 2,74 poin, Olympus Strategic Indonesia OLYM 2,50 poin, dan Bank Sinarmas BSIM 1,38 poin.
Sebaliknya, sejumlah emiten dari sektor komoditas dan saham-saham berkapitalisasi besar justru menjadi pemberat utama indeks. Bayan Resources BYAN tercatat sebagai penekan terbesar dengan minus 4,33 poin. Disusul oleh Amman Mineral Internasional AMMN yang memangkas 3,59 poin, dan Astra International ASII dengan penurunan 3,03 poin. Kontributor negatif lainnya termasuk Merdeka Gold Resources EMAS 2,72 poin, Alamtri Resources Indonesia ADRO 2,66 poin, Barito Renewables Energy BREN 2,47 poin, serta Bumi Resources Minerals BRMS 2,37 poin.
Sementara itu, investor asing menunjukkan sikap hati-hati dengan mencatatkan aksi jual bersih di pasar saham Indonesia. Data dari Stockbit Sekuritas per tengah hari menunjukkan penjualan bersih asing mencapai Rp379,67 miliar di seluruh pasar. Meskipun demikian, saham-saham perbankan masih menjadi incaran utama investor global, dengan total pembelian asing mencapai Rp2,47 triliun berbanding penjualan Rp2,85 triliun.










Tinggalkan komentar