IHSG Ambruk! Terparah di Asia, Sentuh Level Terendah Sejak Juni!

IHSG Ambruk! Terparah di Asia, Sentuh Level Terendah Sejak Juni!

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menukik tajam lebih dari 2% pada sesi pertama perdagangan Jumat (7/2/2025). Penurunan ini terjadi di tengah fluktuasi bursa Asia-Pasifik. IHSG anjlok 2,2% ke posisi 6.724,42, menembus level psikologis 6.700 dan menjadi titik terendah sejak 19 Juni 2024. Nilai transaksi sesi pertama mencapai Rp 7,2 triliun, melibatkan 9,8 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 759.219 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 179 saham menguat, 424 saham melemah, dan 176 saham stagnan.

COLLABMEDIANET

Meski bursa Asia-Pasifik lain seperti ASX 200 Australia, Nikkei 225 Jepang, PSE Filipina, dan KOSPI Korea Selatan juga mengalami koreksi, IHSG mencatatkan penurunan terdalam. Kondisi ini bahkan berlanjut dari perdagangan Kamis kemarin, di mana IHSG menjadi satu-satunya indeks di Asia yang mengalami penurunan. Anjloknya IHSG dipicu oleh aksi jual besar-besaran investor asing ("net foreign sell") yang mencapai hampir Rp 3,3 triliun dalam empat hari terakhir. Kamis kemarin saja, tercatat net sell mencapai Rp 2,34 triliun di pasar reguler, sedikit diimbangi net buy Rp 40 miliar di pasar tunai dan negosiasi.

IHSG Ambruk! Terparah di Asia, Sentuh Level Terendah Sejak Juni!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai fluktuasi IHSG sejak awal tahun dipengaruhi oleh faktor global, terutama kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) yang dinilai perfeksionis. "Sentimen dari kebijakan tersebut sangat kuat. Pelaku pasar sejak awal tahun mencermati dinamika ‘Trumpconomics’," jelasnya kepada Haluannews.id, Kamis (6/2). Kebijakan kontroversial Trump, termasuk potensi perang dagang jilid dua, membuat pelaku pasar waspada.

Hal senada disampaikan Maximilianus Nicodemus, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas. Ia menilai kondisi saat ini kurang menguntungkan investor, terutama dengan balasan tarif impor dari China terhadap kebijakan AS. Nicodemus menambahkan, kebijakan Trump berpotensi meningkatkan inflasi AS, membatasi ruang pemangkasan suku bunga, dan mengganggu stabilitas pemulihan ekonomi global.

Dengan IHSG berada di level psikologis 6.700, saham-saham blue chip berpotensi turun lebih dalam, menekan valuasi lebih rendah. Pasar juga menantikan rilis data ketenagakerjaan AS malam ini, khususnya Non-Farm Payrolls (NFP) Januari. Konsensus memperkirakan angka NFP di 170.000, terendah dalam tiga bulan terakhir, menunjukkan perlambatan ekonomi. Angka ini akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar