IHSG Ambruk! Rahasia di Balik Aksi Jual Asing di Saham Bank Terungkap

IHSG Ambruk! Rahasia di Balik Aksi Jual Asing di Saham Bank Terungkap

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merosot dalam beberapa hari terakhir, bahkan sempat menyentuh level di bawah 6.700 pada sesi pertama perdagangan Jumat (7/2/2025). Penurunan tajam ini, yang mencapai 8,49% dalam setahun terakhir, didorong oleh aksi jual besar-besaran saham perbankan oleh investor asing. Kondisi ini membuat sektor perbankan menjadi sorotan utama.

COLLABMEDIANET

Sepanjang tahun 2024 dan berlanjut hingga kini, perbankan Indonesia menghadapi periode sulit. Persaingan ketat memperebutkan likuiditas dengan pemerintah yang gencar menerbitkan obligasi berimbal hasil tinggi, membuat biaya dana perbankan melambung. Hal ini tercermin dari kinerja beberapa emiten bank. BBNI misalnya, mengalami penurunan 10,53% dalam sepekan terakhir, BMRI turun 13,56%, sementara BBRI turun 4,04% (namun sempat naik 1,51% pada perdagangan Jumat). BBTN juga mencatat penurunan 7,21% dalam sepekan terakhir. Bahkan BBCA, meski membukukan pertumbuhan laba bersih 12,7% yoy pada 2024, sahamnya merosot di bawah level 9.000 dan meninggalkan level 10.000 sejak 17 Desember 2024.

IHSG Ambruk! Rahasia di Balik Aksi Jual Asing di Saham Bank Terungkap
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Aksi jual besar-besaran oleh investor asing menjadi pemicu utama koreksi ini. Dalam enam bulan terakhir, investor asing telah melepas saham bank jumbo senilai ratusan triliun rupiah. Hal ini dikonfirmasi oleh beberapa analis. Ahmad Mikail dari Sucor Sekuritas menyatakan kinerja perbankan yang memburuk memicu capital outflow di pasar saham. Senada, Kukuh Mamia dari BCA Barra menunjuk data pertumbuhan ekonomi RI yang lebih rendah dari tahun sebelumnya dan kinerja beberapa bank sebagai alasan investor asing mengurangi eksposur di saham perbankan Indonesia. Kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi, kualitas kredit, dan eksekusi program pemerintah juga menjadi pertimbangan.

Rully Arya Wisnubroto dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengamati tekanan jual dari investor asing, terutama terhadap BMRI, masih berlanjut, dipicu oleh rilis kinerja yang kurang memuaskan. Sementara itu, Hosianna Situmorang dari Bank Danamon Indonesia melihat aksi profit taking pasca rilis laporan keuangan FY2024 dan perkiraan potensi dividen serta capital gain sebagai faktor pendorong. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi perhatian investor asing. Kesimpulannya, gabungan faktor internal dan eksternal telah menciptakan badai sempurna yang menerjang IHSG, khususnya sektor perbankan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar