IHSG Ambrol! 2% Lenyap Pagi Ini, Apa Penyebabnya?

IHSG Ambrol! 2% Lenyap Pagi Ini, Apa Penyebabnya?

Haluannews Ekonomi – Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga 2% pada perdagangan Senin (20/2/2025) pagi. Pada pukul 10.40 WIB, IHSG tercatat di level 6.605,74, merosot drastis dari penutupan sebelumnya. Anjloknya IHSG ini memicu pertanyaan besar: apa penyebabnya?

COLLABMEDIANET

Menurut analis pasar saham, beberapa faktor menjadi biang keladi penurunan signifikan ini. Kekhawatiran atas kebijakan tarif impor baja dan aluminium sebesar 25% yang digulirkan oleh pemerintahan Donald Trump kembali menjadi sorotan. Hal ini diperparah dengan data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut menunjukkan tingkat pengangguran 4% (Januari 2025), lebih baik dari prediksi pasar rata-rata 4,1%. Pertumbuhan upah rata-rata pun melampaui ekspektasi.

IHSG Ambrol! 2% Lenyap Pagi Ini, Apa Penyebabnya?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Aqil Triyadi, Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk, menjelaskan bahwa kebijakan tarif Trump dan data tenaga kerja AS yang positif memberatkan IHSG. "Kekhawatiran akan tensi tarif dagang yang meningkat, dan data tenaga kerja AS yang kuat mendorong The Fed untuk mempertahankan suku bunganya," ungkap Aqil kepada Haluannews.id. Ia menambahkan, kenaikan yield obligasi AS 10 tahun dan outflow asing juga turut menekan IHSG.

Senada dengan Aqil, Arjun Ajwani, Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, menilai data tenaga kerja AS sebagai pemicu utama ambruknya IHSG. Data yang lebih baik dari perkiraan membuat proyeksi pemangkasan suku bunga The Fed (FFR) menjadi kurang optimis. "Berdasarkan CME Fed Watch Tool, hanya ada potensi pemangkasan FFR 1 kali sebesar 0,25% sebelum akhir tahun 2025. Pekan lalu proyeksi pemangkasan FFR masih cenderung ke 2 kali (0,5%)," jelas Arjun kepada Haluannews.id. Proyeksi The Fed ini, menurut Arjun, memicu volatilitas pasar dan membuat IHSG jeblok. Ketidakpastian kebijakan tarif global semakin memperparah situasi.

Kesimpulannya, kombinasi kebijakan proteksionis Trump, data ekonomi AS yang kuat, dan antisipasi pasar terhadap kebijakan The Fed menjadi faktor utama di balik penurunan drastis IHSG pagi ini. Para pelaku pasar perlu mencermati perkembangan situasi global dan kebijakan moneter untuk mengantisipasi pergerakan IHSG selanjutnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar