Harta Karun Soekarno: Misteri Emas dan Berlian di Bogor Terungkap!

Harta Karun Soekarno: Misteri Emas dan Berlian di Bogor Terungkap!

Haluannews Ekonomi – Misteri harta karun milik Presiden Soekarno kembali menjadi sorotan. Catatan sejarah mengungkap penemuan emas dan berlian dalam jumlah signifikan di Cigombong, Bogor, pada pertengahan 1946. Penemuan mengejutkan ini terjadi saat pasukan TNI di bawah Letnan Kolonel Alex Evert Kawilarang mengamankan wilayah yang sebelumnya diduduki Jepang.

COLLABMEDIANET

Awalnya, prajurit menemukan peti besar yang diduga berisi obat-obatan. Namun, isi peti ternyata kondom, seperti yang dicatat Kawilarang dalam buku autobiografinya. Penggalian selanjutnya malah menemukan bom yang meledak dan melukai beberapa anggota TNI. Puncaknya, Sersan Mayor Sidik menemukan guci besar berisi emas, permata, dan berlian dalam jumlah besar. Hal ini dikonfirmasi oleh Haji Priyatna Abdurrasyid dalam bukunya.

Harta Karun Soekarno: Misteri Emas dan Berlian di Bogor Terungkap!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kawilarang menolak menyimpan harta tersebut dan melaporkannya ke Residen Bogor, Moerdjani. Moerdjani mengarahkan agar harta karun itu diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta. Demi keamanan, Kawilarang menugaskan Letnan Godjali untuk mengantarnya langsung ke pemerintah pusat.

Menurut majalah Ekspres edisi 29 September 1972, harta karun tersebut bernilai hampir Rp 6 miliar pada masa itu. Terdiri dari 7 kilogram emas dan 4 kilogram berlian yang berasal dari Perkebunan Pondok Gede, Bogor. Harta tersebut kemudian disimpan di Bank Negara Indonesia (BNI-46) Yogyakarta di bawah pimpinan Margono Djojohadikusumo.

Kawilarang dengan tegas menolak segala upaya pihak-pihak yang ingin mengklaim harta tersebut, menekankan bahwa semua temuan harus diserahkan kepada negara. Kisah ini menjadi bukti komitmen beliau terhadap integritas dan kepentingan nasional. Penemuan ini juga memberikan gambaran tentang kekayaan Indonesia di masa lalu dan pentingnya pengelolaan aset negara.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar