Haluannews Ekonomi – Jakarta – Pasar modal kembali dihebohkan dengan kabar akuisisi besar yang berpotensi mengubah lanskap industri properti. PT Minahasa Membangun Hebat (HBAT), emiten properti yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia, dikabarkan menjadi target akuisisi oleh konglomerasi raksasa Harita Group. Spekulasi ini sontak memicu lonjakan signifikan pada harga saham HBAT, menarik perhatian para investor.

Related Post
Aini Wulansari, Corporate Secretary HBAT, mengonfirmasi adanya tahap perbincangan awal terkait potensi transaksi ini. Ia menjelaskan, "Apabila tahapan diskusi ini rampung, proses selanjutnya akan memasuki fase uji tuntas atau due diligence," seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Haluannews.id pada Selasa (26/5/2026). Aini menambahkan bahwa perusahaan belum dapat memberikan detail spesifik mengenai kabar mengenai langkah dengan Harita Group, mengingat banyaknya aspek yang masih bersifat konfidensial dan belum bisa diungkapkan ke publik.

Meski demikian, manajemen HBAT menegaskan komitmennya untuk senantiasa membuka diri terhadap berbagai peluang kolaborasi strategis yang berpotensi memperkuat fundamental dan posisi kompetitif perusahaan. "Setiap perkembangan atau informasi material yang memerlukan publikasi akan kami sampaikan secara transparan melalui mekanisme keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), sesuai dengan regulasi yang berlaku," ujar Aini. HBAT menekankan bahwa setiap keputusan strategis dipertimbangkan dengan sangat cermat, berlandaskan prinsip kehati-hatian, keberlanjutan bisnis jangka panjang, serta demi kepentingan optimal bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Kabar potensi akuisisi ini sontak memicu respons positif dari pasar. Performa saham HBAT mencatat penguatan impresif, melonjak 64,95% dalam tiga bulan terakhir, mencapai level Rp 480 per saham. Sejak awal tahun 2026, akumulasi kenaikannya bahkan menyentuh 27,85%. Lonjakan ini semakin menonjol mengingat kondisi pasar secara keseluruhan yang cenderung lesu, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi 7,13% dalam tujuh hari terakhir. Kenaikan signifikan HBAT di tengah tren bearish pasar mengindikasikan tingginya ekspektasi investor terhadap prospek perusahaan pasca-transaksi.
Editor: Rohman









Tinggalkan komentar