Haluannews Ekonomi – Industri asuransi nasional bergerak aktif memperkokoh fondasi permodalan mereka di tengah ketidakpastian ekonomi global. Komitmen ini diperkuat dengan dukungan penuh terhadap kebijakan inovatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyempurnakan metode Risk-Based Capital (RBC) menjadi skema New RBC. Musi Samosir, Chief Financial Officer Zurich Asuransi Indonesia, memastikan bahwa langkah ini krusial untuk menjaga stabilitas sektor.

Related Post
Penyempurnaan skema RBC ini dirancang untuk meningkatkan akurasi perhitungan kecukupan modal, memastikan bahwa perusahaan asuransi memiliki bantalan finansial yang memadai untuk menghadapi berbagai risiko. OJK berharap New RBC dapat menjadi instrumen yang lebih responsif terhadap dinamika pasar dan gejolak ekonomi, baik di tingkat domestik maupun internasional, sehingga industri asuransi tetap resilien.

Menyikapi hal tersebut, Musi Samosir mengungkapkan bahwa Zurich Asuransi Indonesia, bersama dengan pelaku industri lainnya, terus memperkuat langkah mitigasi bisnis. "Kami secara proaktif memperkuat permodalan dan strategi bisnis untuk menghadapi tekanan global yang fluktuatif," ujar Musi. Fokus utama adalah pada pengelolaan risiko yang lebih cermat dan pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar, sembari tetap menjaga solvabilitas perusahaan.
Dukungan terhadap New RBC dan penguatan permodalan ini menjadi bukti keseriusan industri asuransi dalam menjaga kepercayaan publik dan stabilitas keuangan. Dialog mendalam mengenai strategi ini sebelumnya telah dibahas oleh Andi Shalini bersama Chief Financial Officer Zurich Asuransi Indonesia, Musi Samosir, dalam program Power Lunch Haluannews.id pada Rabu, 20 Mei 2026.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar