Pengumuman yang disampaikan langsung oleh Presiden Trump ini diharapkan dapat memperkuat fondasi kerja sama ekonomi antara Washington dan New Delhi. Sebelumnya, hubungan dagang kedua negara sempat diwarnai friksi, terutama setelah AS mencabut status preferensi dagang India di bawah Sistem Preferensi Umum (GSP) pada tahun 2019, yang memicu balasan tarif dari India terhadap beberapa produk AS. Kebijakan tarif tinggi yang diterapkan sebelumnya telah menciptakan ketidakpastian bagi eksportir dan importir di kedua belah pihak.

Related Post
Dengan penetapan tarif 18%, pasar dan pelaku bisnis di kedua negara kini akan menghadapi lanskap perdagangan yang lebih jelas, meskipun angka tersebut tentu akan menjadi bahan analisis mendalam mengenai dampaknya terhadap daya saing produk dan aliran investasi. Para ekonom memprediksi bahwa kesepakatan ini bisa menjadi katalisator bagi pertumbuhan volume perdagangan, namun juga menuntut adaptasi strategis dari sektor-sektor yang paling terdampak, baik di Amerika Serikat maupun di India. Potensi keuntungan dan kerugian dari tarif baru ini akan menjadi sorotan utama bagi investor global.

Detail lebih lanjut mengenai implikasi kesepakatan ini dan analisis pasar mendalam dapat disimak dalam program Closing Bell Haluannews.id yang tayang pada Selasa, 3 Februari 2026.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar