Haluannews Ekonomi – Emiten farmasi PT Phapros Tbk (PEHA) berhasil mencatatkan kinerja finansial yang sangat impresif pada kuartal I-2026, dengan laba bersih yang meroket tajam hingga 112,86%. Pencapaian ini menandai pembalikan kondisi yang signifikan, setelah sebelumnya perusahaan masih membukukan kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan profitabilitas Phapros pada awal tahun 2026 ini didorong oleh pertumbuhan penjualan yang solid sebesar 10,17%, mencapai Rp221,09 miliar. Angka ini jauh melampaui penjualan pada kuartal I-2025 yang tercatat Rp200,67 miliar. Yang lebih krusial, perusahaan mampu mengendalikan beban pokok penjualan (COGS) yang hanya naik 5,04%. Laju pertumbuhan COGS yang lebih rendah dibandingkan penjualan ini menunjukkan efisiensi operasional yang ketat.

COLLABMEDIANET

Sebagai hasilnya, laba kotor perusahaan melonjak 16,59% menjadi Rp103,96 miliar, dibandingkan dengan Rp89,17 miliar pada kuartal I-2025. Di sisi lain, beban usaha Phapros juga terjaga relatif stabil, hanya mengalami kenaikan 7,35% secara tahunan (y-o-y). Kombinasi antara pertumbuhan penjualan yang kuat dan kemampuan menjaga stabilitas COGS serta beban usaha inilah yang mengantarkan Phapros mencetak laba bersih sebesar Rp761,49 juta pada kuartal I-2026. Angka ini kontras dengan kerugian Rp5,92 miliar yang dialami pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Haluannews Ekonomi - Emiten farmasi PT Phapros Tbk (PEHA) berhasil mencatatkan kinerja finansial yang sangat impresif pada kuartal I-2026, dengan laba bersih yang meroket tajam hingga 112,86%. Pencapaian ini menandai pembalikan kondisi yang signifikan, setelah sebelumnya perusahaan masih membukukan kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kesehatan finansial PEHA juga tercermin dari arus kas perusahaan yang positif sebesar Rp37,2 miliar per 31 Maret 2026, melonjak 289% dari posisi minus Rp19,6 miliar pada 31 Maret 2025. Saldo kas di akhir periode juga menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 165% dibandingkan akhir Maret 2025, mengindikasikan likuiditas yang semakin kuat.

Plt. Direktur Utama PT Phapros Tbk, Ida Rahmi Kurniasih, mengungkapkan bahwa di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Phapros berhasil menjaga kinerja keuangan dengan baik. "Berbagai langkah strategis tersebut berhasil menjaga profitabilitas berkelanjutan. Setelah berhasil membalikkan kondisi dari rugi pada 2024 menjadi profit pada 2025, kami terus berupaya untuk menjaga profitabilitas perusahaan. Hal ini tercermin dari kinerja keuangan pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 113%," ujar Ida, seperti dikutip Haluannews.id pada Jumat (24/4/2026).

Ida menambahkan, untuk menyikapi dampak geopolitik yang menyebabkan kenaikan harga bahan baku dan biaya, pihaknya telah melakukan mitigasi risiko dengan kontrak pembelian sejak awal tahun. "Kami juga terus memantau perkembangan agar tetap adaptif. Tujuannya agar target penjualan, biaya, dan laba bersih hingga akhir tahun sesuai RKAP bisa diamankan," jelasnya.

Salah satu penopang utama pertumbuhan penjualan pada Januari-Maret 2026 adalah segmen Obat Generik Bermerek (OGB). Penjualan OGB pada kuartal I-2026 melesat 59% menjadi Rp128,70 miliar, jauh di atas Rp80,88 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kontribusi signifikan datang dari Obat Anti Tuberkulosis untuk Dewasa dan Anak, serta Tablet Tambah Darah. Produk-produk ini merupakan bagian dari program penting pemerintah terkait penanggulangan TB, anemia, dan stunting, sekaligus menunjukkan komitmen PEHA dalam mendukung kesehatan masyarakat Indonesia.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar