Haluannews Ekonomi – Pasar keuangan Indonesia menghadapi tekanan signifikan pada Kamis, 5 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di zona merah, melemah 0,53% ke level 8.103. Tak hanya itu, nilai tukar Rupiah juga terkoreksi tajam, mencapai Rp 16.825 per Dolar AS, mencerminkan tingginya volatilitas yang masih menyelimuti pasar.

Related Post
Fenomena pelemahan kompak ini, menurut analisis para pakar, tak lepas dari tingginya volatilitas yang masih membayangi pasar keuangan. Investor dihadapkan pada ketidakpastian yang mendorong aksi jual, baik di pasar saham maupun valuta asing. Situasi ini menjadi topik pembahasan utama dalam program Closing Bell Haluannews.id, di mana Maria Kataria berdialog dengan Equity Analyst Haluannews.id, Gelson Kurniawan.

Gelson Kurniawan, dalam pemaparannya di Haluannews.id, secara spesifik menggarisbawahi bahwa level IHSG yang kembali di bawah ambang batas psikologis 8.100 dan Rupiah yang menembus Rp 16.800 per Dolar AS merupakan indikator kuat adanya sentimen negatif. Ia menjelaskan bahwa pergerakan ini memerlukan kehati-hatian ekstra dari para investor, mengingat potensi fluktuasi yang masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Analisis mendalam mengenai faktor-faktor pendorong pelemahan ini, serta proyeksi pergerakan pasar ke depan, menjadi krusial bagi pengambilan keputusan investasi yang tepat.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar