IHSG Bakal Terbang Tinggi Akhir Tahun Ini

IHSG Bakal Terbang Tinggi Akhir Tahun Ini

haluannews.id – PT Bank DBS Indonesia melontarkan prediksi berani terkait Indeks Harga Saham Gabungan IHSG. Mereka optimistis indeks acuan pasar modal Indonesia ini akan kembali menguat dan menyentuh level 8.000 pada akhir tahun ini. Angka tersebut jauh melampaui ekspektasi rata-rata para analis di pasar.

COLLABMEDIANET

William Simadiputra Kepala Riset DBS Indonesia dalam Forum Institusional DBS 2026 di Jakarta Rabu 29 Juli 2026 menjelaskan bahwa posisi IHSG yang saat ini berkutat di kisaran 6.100 sudah terlampau murah atau mengalami tekanan jual yang sangat ekstrem. Hal ini tampak jelas dari volume dan nilai perdagangan di bursa saham Tanah Air yang sangat lesu.

IHSG Bakal Terbang Tinggi Akhir Tahun Ini
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Pada titik ini valuasi pasar telah mencapai level terendah yang belum pernah kita saksikan dalam satu dekade terakhir sejak Indonesia meraih peringkat investasi pada 2017" ujar William.

Ia melanjutkan bahwa kinerja laba perusahaan masih menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 75 persen pada kuartal pertama dan diproyeksikan berada di kisaran 44 persen untuk periode berikutnya. "Meskipun ada kekhawatiran makroekonomi selama pendapatan korporasi tetap terjaga valuasi akan menemukan level yang seharusnya" imbuhnya.

DBS Indonesia memperkirakan rasio Price to Earnings P/E akan mencapai 13 kali di bawah rata-rata valuasi selama 10 tahun terakhir. William juga menyoroti status Indonesia yang tetap dipertahankan dalam klasifikasi pasar negara berkembang oleh MSCI. Keputusan ini diyakini akan mencegah aksi jual lebih lanjut oleh dana-dana indeks.

Faktor pendukung lainnya adalah proyeksi nilai tukar rupiah yang stabil di kisaran Rp18.000 per dolar AS serta arah kebijakan suku bunga acuan yang konsisten. "Ketika kepercayaan investor mulai pulih seiring rilis laporan keuangan kuartal kedua yang saat ini belum sepenuhnya terefleksi dan potensi rotasi dana asing karena performa Indonesia masih tertinggal dibanding negara Asia lainnya" terang William.

Lebih jauh William mengamati dinamika arus investasi global saat ini. Ia melihat adanya koreksi di beberapa pasar saham Asia seperti Korea Selatan yang sebelumnya didorong sentimen kecerdasan buatan. William mencontohkan kinerja SK Hynix Co Ltd yang meleset dari perkiraan pasar.

"Kami mulai melihat adanya kondisi terlalu panas di pasar Korea Selatan. Ini mungkin menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat menguntungkan" ungkap William.

Dengan IHSG yang telah terkoreksi sekitar 29 persen sepanjang tahun ini terdapat selisih signifikan sekitar 50 persen dibandingkan pasar lain yang sudah melaju lebih dari 20 persen. William menyimpulkan bahwa dengan fundamental ekonomi yang kuat dan arah kebijakan yang jelas Indonesia berada di posisi yang jauh lebih prospektif dibandingkan negara-negara yang sudah lebih dulu melesat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar