Geger Pagi Ini: IHSG Terjun Bebas 2%! Menko Airlangga Buka Suara

Geger Pagi Ini: IHSG Terjun Bebas 2%! Menko Airlangga Buka Suara

Haluannews Ekonomi – Pasar modal Indonesia dikejutkan dengan volatilitas tinggi pada Jumat pagi (6/2/2026), di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk secara signifikan. Indeks dibuka langsung anjlok 2,5%, bahkan sempat tergelincir ke level 7.800-an. Namun, seiring berjalannya waktu, pasar berangsur tenang, memungkinkan IHSG memangkas koreksinya menjadi -1,11% pada pukul 09.22 WIB, bertengger di level 8.014,27. Penurunan tajam ini didorong oleh sentimen negatif pasar yang merespons pengumuman Moody’s Investors Service terkait outlook kredit Indonesia.

COLLABMEDIANET

Data Haluannews.id menunjukkan, mayoritas saham mengalami tekanan jual. Sebanyak 508 saham terkoreksi, sementara hanya 116 yang berhasil menguat, dan 334 lainnya stagnan. Nilai transaksi pada sesi pagi ini mencapai Rp 4,09 triliun, melibatkan 8,17 miliar saham dalam 482.400 kali transaksi.

Geger Pagi Ini: IHSG Terjun Bebas 2%! Menko Airlangga Buka Suara
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, segera memberikan klarifikasi terkait keputusan Moody’s yang menurunkan peringkat outlook pemerintah Indonesia dari stabil menjadi negatif. Menurut Airlangga, perubahan outlook ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan penjelasan yang memadai dari pemerintah serta lembaga pengelola investasi baru, Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), kepada pasar global.

Airlangga menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 memang memiliki karakteristik yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. APBN kali ini banyak mengalokasikan dana untuk membiayai program-program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta berbagai inisiatif pelayanan masyarakat lainnya.

"Penggerak utama pertumbuhan ekonomi kini beralih ke investasi yang difasilitasi melalui Danantara, tidak lagi sepenuhnya bergantung pada APBN. Ini adalah poin krusial yang banyak lembaga pemeringkat maupun pelaku pasar keuangan global belum pahami, sehingga menjadi tugas kita untuk memberikan penjelasan yang komprehensif," ujar Airlangga dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, keberadaan Danantara merupakan langkah strategis pemerintah untuk melakukan reformasi dan "unlocking" potensi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tujuannya adalah agar BUMN dapat bergerak lebih lincah dan efisien, layaknya sektor swasta, sesuai dengan tuntutan pasar.

Airlangga optimis bahwa kekhawatiran dari lembaga pemeringkat global seperti Moody’s dan S&P dapat diatasi melalui komunikasi yang transparan, proaktif, serta roadshow intensif yang dilakukan oleh otoritas terkait untuk menjelaskan fundamental ekonomi dan arah kebijakan Indonesia.

Di tengah sentimen negatif tersebut, beberapa saham berkapitalisasi besar (big cap) turut terseret dalam koreksi IHSG, termasuk Astra (ASII), Barito Pacific (BRPT), dan Bank Central Asia (BBCA). Selain itu, saham MD Entertainment (FILM) juga melanjutkan tren auto reject bawah (ARB) berjilid-jilid sejak awal pekan, menambah tekanan signifikan pada pergerakan indeks.

Kondisi pasar yang tertekan ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Bursa regional Asia juga menunjukkan performa serupa. Indeks Kospi Korea Selatan terkoreksi 1,54%, Nikkei Jepang merosot 1,7%, dan Hang Seng Index (HSI) Hong Kong anjlok 1,71%.

Tekanan global ini tak lepas dari kinerja buruk bursa Amerika Serikat semalam. Dow Jones Industrial Average terkoreksi 1,20%, S&P 500 turun 1,23% (bahkan masuk wilayah negatif secara year-to-date), sementara Nasdaq Composite mencatat penurunan terdalam sebesar 1,59%. Sektor teknologi menjadi pemicu utama tekanan di Wall Street. Saham Alphabet anjlok 0,5% setelah laporan kinerja kuartal IV dan sinyal lonjakan belanja untuk kecerdasan buatan (AI) yang mencapai US$185 miliar pada 2026. Sementara itu, Qualcomm ambles lebih dari 8% akibat proyeksi yang lebih lemah dari ekspektasi di tengah kekurangan memori global.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar