Haluannews Ekonomi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka tabir mengenai rencana besar restrukturisasi kepemilikan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Purbaya mengonfirmasi adanya diskusi intensif terkait potensi tukar guling PNM, yang saat ini berada di bawah BP Danantara, dengan PT Geo Dipa Energi (Persero), sebuah Badan Layanan Umum (BLU) di bawah naungan Kementerian Keuangan.

Related Post
Dalam keterangannya kepada wartawan di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, pada Jumat (10/4/2026), Purbaya mengakui bahwa opsi pertukaran dengan Geo Dipa telah dibahas, namun masih dalam tahap penjajakan lebih lanjut. "Kami sudah sempat berdiskusi mengenai kemungkinan pertukaran dengan Geo Dipa, tetapi ini masih dalam pembahasan mendalam. Fokus utama kami saat ini adalah bagaimana Kementerian Keuangan dapat mengambil alih PNM," ujar Purbaya, seperti dilansir Haluannews.id.

Meski demikian, detail spesifik mengenai mekanisme dan kepastian tukar guling antara kedua entitas tersebut belum dirinci lebih lanjut oleh Purbaya. PT Geo Dipa Energi (Persero) sendiri merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berstatus Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan, dengan fokus pada pengembangan dan pengelolaan energi panas bumi (geothermal) untuk menghasilkan listrik bersih.
Langkah strategis ini bukan tanpa dasar. Purbaya sebelumnya telah mengantongi restu dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengakuisisi PNM dari BP Danantara. Presiden Prabowo disebut telah menyetujui visi Purbaya untuk mengembangkan PNM menjadi bank khusus UMKM di bawah kendali Kementerian Keuangan.
Purbaya menjelaskan, pengambilalihan PNM sebagai badan yang dikelola BLU Kemenkeu akan menjadi fondasi transformasi PNM menjadi bank spesialis UMKM. "PNM akan bertransformasi menjadi bank yang kemungkinan akan berada di bawah PT SMI atau PIP, di bawah payung Kemenkeu, dan akan berperan penting dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR)," terang Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Lebih jauh, Purbaya memaparkan bahwa pembentukan bank UMKM ini tidak hanya akan berkutat pada aspek pembiayaan semata. Ia berambisi membangun sebuah ekosistem terintegrasi yang mampu mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah secara komprehensif. "Nantinya, kami akan membangun ekosistem yang mendukung pengembangan UMKM secara terintegrasi, lengkap dengan penasihat, program pelatihan, fasilitas pemasaran, penjamin kredit, dan berbagai dukungan lainnya," imbuhnya.
Konsep ambisius ini telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat lampu hijau untuk segera dieksekusi. Saat ini, proses perundingan dengan Danantara masih terus berjalan. Sebagai informasi, PNM merupakan entitas usaha milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), di mana BRI sendiri merupakan BUMN yang dikendalikan oleh Danantara.
Editor: Rohman








Tinggalkan komentar