Freeport IPO: Tambang Emas Raksasa Siap Menggoda Investor!

Freeport IPO: Tambang Emas Raksasa Siap Menggoda Investor!

Haluannews Ekonomi – Rencana penawaran umum saham perdana (IPO) PT Freeport Indonesia (PTFI) tengah menjadi sorotan. Langkah ini diyakini akan menjadi suntikan dana segar yang signifikan bagi perusahaan tambang raksasa tersebut, sekaligus mendongkrak ekspansi jangka panjangnya. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, mengungkapkan potensi besar yang dimiliki PTFI. Cadangan emas hingga tahun 2041 mencapai 24 juta ons, dan tambang baru yang beroperasi pada 2028 akan meningkatkan kapasitas produksi hingga 240 ribu ton biji per hari. Lebih lanjut, Nicodemus menuturkan, sumber daya biji konsentrat Freeport mencapai 58 juta ton emas atau 40 miliar ton tembaga. Meskipun eksplorasi membutuhkan waktu, Menteri ESDM optimis tambang Freeport masih bisa dikembangkan hingga 100 tahun ke depan.

COLLABMEDIANET

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivatif, dan Bursa Karbon, Inarno Djajadi, menyambut positif rencana IPO PTFI. Hal ini dinilai akan memberikan dampak positif bagi pasar modal Indonesia mengingat besarnya nilai perusahaan tambang tersebut.

Freeport IPO: Tambang Emas Raksasa Siap Menggoda Investor!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dukungan juga datang dari Komisaris Utama Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID, Fuad Bawazier. Ia mendorong percepatan IPO PTFI untuk memperkuat pasar modal Indonesia dan meningkatkan prestisenya. Menurutnya, PTFI sebagai perusahaan tambang kelas dunia dengan kinerja luar biasa, akan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kepemilikan perusahaan tersebut. Bawazier bahkan berharap perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI dapat dilakukan setelah 2041, mengingat investasi pertambangan merupakan usaha jangka panjang.

Sebagai informasi, Indonesia resmi menjadi pemegang saham mayoritas PTFI sebesar 51,23% pada 2018 melalui MIND ID dengan nilai akuisisi mencapai US$ 3,85 miliar atau setara Rp 55,8 triliun (saat itu). Langkah ini menandai peningkatan kepemilikan Indonesia dari semula 9,36% menjadi 51,23%. IPO PTFI diprediksi akan menjadi salah satu peristiwa penting di pasar modal Indonesia dan menarik minat investor baik domestik maupun internasional.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar