Haluannews Ekonomi – Direktur Operasional PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED), Leonard Hariadi Hartanto, melihat peluang emas di tengah sengketa perdagangan AS-China. Perang dagang antara kedua negara raksasa itu, menurutnya, justru membuka lebar pintu pasar internasional bagi produk alat kesehatan (alkes) Indonesia. Importir AS, yang sebelumnya bergantung pada pasokan dari Tiongkok, kini melirik negara-negara dengan tarif impor lebih rendah, termasuk Indonesia.

Related Post
OMED, sebagai salah satu pemain kunci di industri alkes dalam negeri, telah menyiapkan strategi jitu untuk menangkap momentum ini. Perusahaan tersebut fokus memperkuat jaringan distribusi dan strategi pemasarannya. Selain itu, investasi besar-besaran dalam riset dan pengembangan (R&D) juga dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk-produk OMED di pasar global, tak hanya Amerika Serikat, tetapi juga Brazil dan negara-negara di Amerika Latin serta Malaysia.

Potensi pasar alkes global memang sangat menjanjikan. Leonard mengungkapkan optimismenya terhadap prospek bisnis alkes hingga tahun 2025. Lebih detail mengenai strategi OMED dan proyeksi pasar alkes hingga 2025 dapat disimak dalam wawancara eksklusif Direktur Operasional PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED), Leonard Hariadi Hartanto, di program Squawk Box, Haluannews.id (Rabu, 13/08/2025). Pernyataan ini menunjukkan bahwa Indonesia berpotensi besar menjadi pemain utama di pasar alkes internasional.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar