Dunia di Ambang Resesi? Bos BI Ungkap Jurus RI Hadapi Badai!

Haluannews Ekonomi – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, baru-baru ini melontarkan peringatan keras mengenai kondisi perekonomian global yang sedang tidak stabil, memicu gelombang ketidakpastian dan perlambatan yang signifikan. Pernyataan ini disampaikan Perry dalam forum National Policy Dialogue dan Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI) pada Senin lalu, menegaskan urgensi bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan ekonominya di tengah gejolak global.

COLLABMEDIANET

Perry menjelaskan, ketidakpastian dan perlambatan ekonomi dunia ini bukan tanpa sebab. Ia menyoroti sejumlah faktor pemicu utama, mulai dari kebijakan tarif yang bersifat proteksionis, memburuknya situasi geopolitik di berbagai belahan dunia, hingga dampak eskalasi konflik di Timur Tengah. "Dampak konflik Timur Tengah sungguh dicermati dan diwaspadai, tidak hanya memicu kenaikan harga minyak global dan tingginya suku bunga acuan Amerika Serikat, tetapi juga berpotensi menyebabkan aliran modal keluar yang masif serta tekanan signifikan terhadap perekonomian kita," tegas Perry, seperti dikutip dari Haluannews.id.

Dunia di Ambang Resesi? Bos BI Ungkap Jurus RI Hadapi Badai!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Melihat kondisi tersebut, Perry menekankan pentingnya peningkatan sinergi antarlembaga dan pelaku ekonomi di Indonesia demi memperkuat fundamental dan ketahanan ekonomi nasional. Bank Indonesia, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi berbasis domestik sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan eksternal.

Langkah proaktif ini krusial mengingat BI telah mengidentifikasi tiga tantangan utama yang membayangi prospek perekonomian Indonesia. Pertama, kebutuhan mendesak untuk membangkitkan gairah pelaku usaha serta mengoptimalkan pembiayaan proyek-proyek prioritas guna menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kedua, keharusan untuk memperkuat daya beli masyarakat di tingkat domestik sekaligus meningkatkan arus investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, sebagai motor penggerak ekonomi. Ketiga, percepatan implementasi kebijakan-kebijakan strategis yang telah dirumuskan agar dapat dieksekusi dengan cepat dan tepat sasaran, sehingga dampaknya terasa optimal bagi perekonomian.

Berangkat dari identifikasi tantangan tersebut, Bank Indonesia menginisiasi sebuah kolaborasi strategis melalui program Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI). Program ini menghimpun kekuatan dari BI sendiri, pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Danantara, serta para pelaku usaha dan investor, dengan tujuan utama mendukung penguatan ekonomi domestik.

"Melalui PINISI, kami berupaya mengoptimalkan program-program yang telah disiapkan pemerintah, termasuk memastikan ekosistem Danantara dapat berkembang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Bersama-sama, kita akan mencari solusi terbaik. PINISI diharapkan mampu memfasilitasi interaksi yang efektif dalam mencapai kesepakatan, memobilisasi pembiayaan, dan merealisasikan proyek-proyek strategis," pungkas Perry, menggarisbawahi harapan besar terhadap program ini.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar