Drama Bursa: Dirut BEI Mundur, IHSG Justru Terbang Tinggi!

Drama Bursa: Dirut BEI Mundur, IHSG Justru Terbang Tinggi!

Haluannews Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada perdagangan Jumat (30/1/2026), berhasil menguat signifikan 1,18% dan menutup sesi pertama di level 8.329,15. Penguatan ini menjadi sinyal positif di tengah gejolak pasar yang dipicu oleh aksi jual masif dalam dua hari sebelumnya, mendorong para regulator dan pemangku kepentingan untuk mempercepat reformasi aturan terkait free float di bursa saham domestik.

COLLABMEDIANET

Pergerakan IHSG hari ini cukup dinamis. Sempat melesat lebih dari 2% di awal perdagangan, indeks sempat berbalik arah ke zona merah sesaat setelah pengumuman mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman. Namun, sentimen positif kembali mendominasi, membawa IHSG kembali melesat ke zona hijau dan bertahan hingga jeda makan siang.

Drama Bursa: Dirut BEI Mundur, IHSG Justru Terbang Tinggi!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Data perdagangan menunjukkan dominasi saham-saham yang menguat, dengan 551 saham naik, 194 saham turun, dan 65 saham stagnan. Aktivitas transaksi juga terpantau tinggi, mencapai Rp 41,69 triliun hingga jeda siang, melibatkan 57,82 miliar saham dalam 3,40 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar ikut terangkat naik, menembus angka Rp 15.075 triliun. Saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip terpantau ramai-ramai menjadi penopang utama kinerja IHSG, sementara saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu justru kompak berada di zona merah.

Koreksi tajam yang sempat dialami IHSG pada perdagangan Kamis (29/1/2026) berhasil dipangkas secara signifikan. Dari sempat menyentuh -10%, IHSG berhasil memangkas koreksi menjadi hanya -1%. Pemangkasan koreksi ini terjadi seiring dengan pernyataan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, bersama Self Regulatory Organizations (SRO) yang memastikan penyesuaian metodologi dan data free float Indonesia agar memenuhi standar penilaian indeks global, termasuk MSCI.

Langkah awal yang diambil adalah menindaklanjuti penyesuaian data free float yang telah dipublikasikan BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Ini mencakup pengecualian investor dalam kategori korporasi dan others dari perhitungan free float, serta publikasi porsi kepemilikan saham di atas dan di bawah 5% untuk setiap kategori investor. OJK juga berkomitmen untuk memenuhi permintaan tambahan dari MSCI terkait penyediaan informasi kepemilikan saham di bawah 5% yang disertai kategori investor dan struktur kepemilikannya. Penyempurnaan ini akan mengacu pada praktik terbaik internasional demi meningkatkan transparansi dan keterbandingan data Indonesia dengan pasar global.

Ke depan, SRO juga berencana menerbitkan aturan free float minimum 15% dalam waktu dekat. Aturan ini akan didasari prinsip transparansi yang kuat, disertai pengawasan yang terukur dan akuntabel. OJK menegaskan, emiten yang tidak mampu memenuhi ketentuan free float dalam jangka waktu yang ditetapkan berisiko dikenakan exit policy, yakni delisting dari bursa.

Selain dinamika pergerakan indeks dan kebijakan regulator, satu catatan penting yang mencuri perhatian pelaku pasar pada perdagangan kemarin adalah lonjakan nilai transaksi harian yang sangat jumbo. Nilai transaksi bursa pada Kamis mencapai Rp 68,18 triliun, menjadikannya nilai transaksi harian terbesar sepanjang sejarah perdagangan BEI, dengan catatan tidak memasukkan transaksi negosiasi. Sebagai perbandingan, rekor transaksi bursa sebelumnya terjadi pada 19 September 2025 dengan nilai Rp 69,48 triliun. Namun, pada saat itu sekitar Rp 32,4 triliun berasal dari transaksi negosiasi saham DSSA, sehingga nilai transaksi reguler pada Kamis kemarin jauh lebih besar dan mencerminkan likuiditas pasar yang luar biasa.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar