Haluannews Ekonomi – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka dengan sedikit pelemahan pada perdagangan hari ini, Jumat (17/10/2025). Data Refinitiv menunjukkan rupiah berada di posisi Rp16.570 per dolar AS, terdepresiasi tipis 0,03% dari posisi sebelumnya.

Related Post
Pergerakan rupiah ini terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang tercatat turun 0,09% ke level 98,252. Penurunan DXY ini merupakan kelanjutan dari tren negatif dalam tiga hari terakhir.

Sentimen eksternal, terutama pelemahan dolar AS, menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah. Pelemahan dolar AS dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China, serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Federal Reserve (The Fed).
Ketegangan antara AS dan China semakin memanas terkait kebijakan pengendalian ekspor logam tanah jarang. China menuduh AS memicu kepanikan atas kebijakan tersebut dan menolak seruan untuk melonggarkan pembatasan. Situasi ini terjadi menjelang pertemuan penting antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump.
Selain itu, dolar AS juga tertekan oleh sinyal dovish dari sejumlah pejabat The Fed. Gubernur The Fed Christopher Waller mendukung pemangkasan suku bunga tambahan bulan ini, sementara Gubernur baru Stephen Miran mendorong penurunan suku bunga yang lebih agresif untuk tahun 2025. Sikap ini memperkuat keyakinan pasar bahwa era suku bunga tinggi di AS akan segera berakhir.
Pergerakan nilai tukar rupiah akan terus dipantau seiring dengan perkembangan sentimen global dan kebijakan ekonomi yang akan diambil oleh pemerintah.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar