Haluannews Ekonomi – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membagikan dividen senilai US$ 34.656.223 atau setara Rp 569,28 miliar. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) setelah perusahaan mencatatkan laba bersih US$ 57,76 juta (Rp 948,8 miliar) di tahun buku 2024. Meskipun angka ini turun 78,96% secara tahunan (yoy), INCO tetap berkomitmen untuk membagikan 60% dari laba tersebut kepada pemegang saham.

Related Post
Penurunan laba tersebut, menurut CFO Vale Indonesia Rizky Putra, disebabkan oleh beberapa faktor. Harga realisasi nikel matte yang lebih rendah menjadi penyebab utama. Selain itu, pemeliharaan fasilitas penggilingan batu bara pada September lalu turut berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi bahan bakar dan menekan profitabilitas. Meskipun beban pokok pendapatan relatif stabil di angka US$ 842,16 juta, laba bruto INCO tergerus menjadi US$ 108,22 juta, turun drastis dari US$ 302,15 juta di tahun sebelumnya.

Pendapatan INCO juga mengalami penurunan 22,87% yoy menjadi US$ 950,38 juta. Kondisi pasar yang menantang ini tampaknya tidak menyurutkan minat investor terhadap saham INCO. Hingga penutupan sesi I, Jumat (16/5/2025), saham INCO terpantau naik 6,69% ke level 3.030, dan naik 5,57% yoy dalam sepekan terakhir. Dividen yang cukup signifikan ini menjadi daya tarik tersendiri di tengah fluktuasi harga nikel. Apakah ini sinyal positif bagi kinerja INCO ke depannya? Kita tunggu perkembangan selanjutnya.
Editor: Rohman










Tinggalkan komentar