haluannews.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah bersiap menghadapi babak baru dengan rencana demutualisasi yang akan mengubah statusnya menjadi perusahaan terbuka. Di tengah persiapan krusial ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sinyal kuat mengenai potensi BPI Danantara untuk menjadi salah satu pemegang saham. Hal ini tentu akan menandai perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan bursa saham Tanah Air.

Related Post
Hasan Fawzi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK menegaskan bahwa kepastian keterlibatan Danantara masih menanti rampungnya payung hukum. "Belum ada keputusan final," ujar Hasan saat ditemui di gedung BEI Jakarta Senin lalu. "Mereka seperti pihak lain harus menunggu penerbitan Peraturan OJK (POJK) yang akan menjadi landasan pelaksanaan kepemilikan saham di bursa efek."

Hasan menjelaskan posisi BPI Danantara terbilang istimewa. Berbeda dengan lembaga negara seperti Kementerian Keuangan atau Bank Indonesia Danantara secara spesifik disebut dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 sebagai entitas yang berhak menjadi pemegang saham bursa efek pasca-demutualisasi. Keistimewaan ini menempatkan Danantara dalam posisi strategis untuk turut serta dalam kepemilikan bursa.
Menyikapi ketentuan tersebut OJK telah memulai dialog dengan Danantara. Pembicaraan ini bertujuan untuk menjajaki minat mereka menjadi investor awal di bursa di luar anggota bursa yang juga akan memiliki kesempatan. "Kami mengundang partisipasi mereka untuk melihat kemungkinan pada saat demutualisasi terjadi apakah mereka tertarik menjadi peminat awal pemegang saham," imbuh Hasan.
Lebih lanjut Hasan menyoroti pentingnya pembatasan kepemilikan saham. Nantinya akan ada plafon maksimum yang diberlakukan untuk mencegah satu pihak menguasai mayoritas saham dan menjadi pemegang kendali. Aturan ini sedang digodok dan disesuaikan dengan praktik terbaik di bursa-bursa global yang telah lebih dulu melakukan demutualisasi.
"Angkanya masih dalam pembahasan namun intinya adalah untuk menghindari upaya kepemilikan mayoritas dan signifikan yang berpotensi menjadi pengendali," pungkas Hasan memastikan bahwa struktur kepemilikan BEI akan tetap terjaga keseimbangannya.










Tinggalkan komentar