IHSG Terjun Bebas Investor Wajib Tahu Penyebabnya

IHSG Terjun Bebas Investor Wajib Tahu Penyebabnya

haluannews.id – Bursa saham Indonesia kembali dilanda sentimen negatif pada perdagangan sesi pertama Selasa 11 Agustus 2026. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG tak mampu bertahan di zona hijau dan justru tergelincir cukup dalam memicu kekhawatiran di kalangan investor.

COLLABMEDIANET

Pada penutupan sesi siang IHSG anjlok 5550 poin atau setara 087 persen. Indeks parkir di level 630987 setelah sempat dibuka di posisi 638381. Sepanjang paruh pertama hari perdagangan pergerakan IHSG berfluktuasi di rentang 629119 hingga 638858 menunjukkan tekanan jual yang dominan.

IHSG Terjun Bebas Investor Wajib Tahu Penyebabnya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kondisi pasar yang memerah tercermin jelas dari dominasi saham yang melemah. Tercatat 488 saham merosot nilainya sementara hanya 169 saham yang berhasil menguat dan 306 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai angka fantastis 2004 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp783 triliun. Frekuensi transaksi juga cukup tinggi mencapai 121 juta kali.

Seluruh sektor saham tak luput dari koreksi. Sektor utilitas menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 138 persen disusul sektor finansial yang terkoreksi 114 persen. Sektor teknologi juga ikut melemah 103 persen properti turun 1 persen dan konsumer non-primer terkoreksi 098 persen.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi pemberat utama laju IHSG. PT Bank Central Asia Tbk BBCA misalnya menjadi penyumbang tekanan terbesar dengan kontribusi penurunan sekitar 1247 poin setelah sahamnya turun 020 persen ke level Rp6250 per saham. Selain BBCA saham VKTR Teknologi Mobilitas VKTR turut menekan indeks sebesar 313 poin. Disusul oleh Dian Swastatika Sentosa DSSA minus 291 poin Bank Mandiri BMRI minus 277 poin dan Bank Negara Indonesia BBNI minus 261 poin.

Meski demikian di tengah gelombang merah beberapa saham masih mampu menunjukkan ketahanan dan memberikan kontribusi positif. Indosat ISAT menjadi penyumbang kenaikan terbesar dengan sumbangan sekitar 096 poin diikuti Kalbe Farma KLBF 093 poin dan Indah Kiat Pulp & Paper INKP 086 poin.

Pergerakan IHSG hari ini tak lepas dari bayang-bayang sentimen baik dari dalam negeri maupun global. Di kancah internasional pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Senin 10 Agustus 2026 menjadi sorotan. Trump menuntut Iran untuk membayar kompensasi atas korban tewas akibat perang serangan dan aksi demonstrasi selama 50 tahun terakhir. Tuntutan baru ini berpotensi semakin mempersulit upaya pembukaan kembali Selat Hormuz yang strategis. Sebelumnya Iran menuntut kompensasi penghentian sanksi serta penghentian ancaman militer AS sebagai syarat pembukaan kembali jalur pelayaran vital tersebut.

Ketegangan geopolitik ini langsung berdampak pada pasar komoditas. Harga minyak melonjak sekitar 5 persen pada Senin 10 Agustus 2026 di tengah keraguan akan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran untuk membuka kembali lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Harga minyak mentah West Texas Intermediate WTI ditutup di US$8213 per barel sementara Brent mencapai US$8772 per barel. Situasi ini menambah ketidakpastian global yang pada akhirnya turut membebani kinerja pasar saham domestik.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar