Dana Segar Rp 400 T Banjiri Bank BUMN Ini Alasannya

Dana Segar Rp 400 T Banjiri Bank BUMN Ini Alasannya

haluannews.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali membuat gebrakan dengan mengumumkan rencana masif untuk menyuntikkan dana hingga Rp 400 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan ini diambil sebagai respons cepat pemerintah untuk mengatasi potensi krisis likuiditas yang melanda perbankan pelat merah, terutama akibat tekanan gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belakangan ini.

COLLABMEDIANET

Purbaya menjelaskan bahwa suntikan dana jumbo ini akan berasal dari pemanfaatan saldo anggaran lebih (SAL) atau dana kas pemerintah yang selama ini mengendap di Bank Indonesia (BI) dalam bentuk Rekening Kas Umum Negara (RKUN). "Saya akan kembalikan lagi uang pemerintah ke Himbara, bahkan saya tambah. Totalnya bisa mencapai Rp 400 triliun," tegas Purbaya dalam sebuah sesi media briefing yang dikutip Sabtu (28/6/2026). Ia menambahkan, jumlah awal yang direncanakan sebesar Rp 75 triliun hingga Rp 100 triliun akan lebih fleksibel, namun total komitmennya kini melonjak signifikan.

Dana Segar Rp 400 T Banjiri Bank BUMN Ini Alasannya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Sebelumnya, Purbaya memang telah mengisyaratkan niatnya untuk memperkuat likuiditas Himbara. Ia mengakui adanya kekhawatiran mengenai menipisnya ketersediaan dana di beberapa bank BUMN. "Ada yang ribut kemarin, menanyakan likuiditas di sana sudah mulai kering. Saya bilang, saya akan kembalikan lagi uang pemerintah ke Himbara, bahkan saya tambah," ujarnya.

Strategi pemerintah untuk mengalirkan dana SAL ke Himbara bukanlah hal baru. Sepanjang tahun terakhir, kebijakan ini telah menunjukkan dinamika "pasang-surut" yang menarik. Sejak dilantik tahun lalu, Purbaya langsung menggelontorkan Rp 200 triliun ke Himbara pada September 2025, yang kemudian ditambah Rp 75 triliun pada November 2025, sehingga total mencapai Rp 275 triliun. Namun, memasuki awal 2026, pemerintah sempat menarik kembali Rp 75 triliun dari dana tersebut. Tak lama berselang, Rp 100 triliun kembali diguyurkan ke perbankan.

Dinamika ini mencapai puncaknya pada Juni. Setelah sempat menarik kembali dana SAL secara bertahap hanya dua pekan lalu, keputusan drastis diambil hari ini untuk kembali menyuntikkan Rp 400 triliun. Purbaya merinci, dari total Rp 400 triliun, sekitar Rp 200 triliun akan disalurkan untuk jangka panjang, ditambah Rp 100 triliun untuk jangka waktu 3-4 bulan, dan Rp 100 triliun lagi bersifat lebih fleksibel.

Keputusan penting ini, menurut Purbaya, baru saja disepakati setelah rapat intensif dengan para pimpinan bank Himbara pagi tadi. "Baru meeting tadi pagi, baru dibilang akan ditambah," ungkapnya.

Dana segar ini akan didistribusikan secara merata ke lima bank Himbara utama, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI. Purbaya menekankan pentingnya langkah ini untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. "Jika likuiditas mereka cukup, otomatis uangnya akan mengalir ke sistem keuangan," jelasnya.

Ia menambahkan, kekeringan likuiditas dapat menghambat laju perekonomian karena pertumbuhan kredit akan terhenti. "Ketika uang kering, perekonomian tidak berjalan karena kreditnya tidak tumbuh," pungkas Purbaya, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan ketersediaan dana demi menjaga denyut nadi ekonomi Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar