Dana Korupsi Kembali! Taspen Siap Investasi Gede-gedean?

Dana Korupsi Kembali! Taspen Siap Investasi Gede-gedean?

Haluannews Ekonomi – PT Taspen (Persero) kini memiliki amunisi baru untuk berinvestasi setelah menerima pengembalian aset senilai Rp883 miliar beserta 6 efek dari hasil rampasan negara terkait kasus korupsi mantan Direktur Utama. Dana segar dan efek ini akan dikelola secara hati-hati dengan target investasi yang menjanjikan.

COLLABMEDIANET

Taspen menerima aset tersebut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupa Unit Penyertaan Reksa Dana Insight Tunas Bangsa Balanced Fund 2 (I-Next G2). Penyerahan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Dana Korupsi Kembali! Taspen Siap Investasi Gede-gedean?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Utama Taspen, Rony Hanityo Aprianto, menjelaskan bahwa 6 efek yang dikembalikan termasuk Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) Garuda (GIAA), obligasi WIKA, dan obligasi PTPP. Namun, ia mengakui bahwa ketiga efek tersebut sedang dalam proses restrukturisasi.

"Kondisi restrukturisasi ini membuat nilai valuasi tidak 100%. Jika dijumlahkan, total dari keenam efek ini sekitar Rp30 miliar," ungkap Rony dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK.

Selain efek, Taspen juga menerima Rp883 miliar tunai dari hasil penjualan unit reksadana I-Next G2. Ke depan, perusahaan berencana menempatkan dana tersebut di Surat Berharga Negara (SBN) dan saham.

"Kebijakan pemerintah saat ini, terutama dari Menteri Keuangan, menunjukkan potensi bagus di pasar ekuitas. Namun, tulang punggung Taspen tetap 60% di SBN. Jadi, kami akan lebih konservatif," jelas Rony.

Taspen juga masih menunggu potensi dana tambahan dari perkara yang sedang berjalan di pengadilan atas nama Direktur Utama Taspen, Antonius Kosasih. Diharapkan, seluruh kerugian negara sebesar Rp1 triliun dapat dipulihkan sepenuhnya.

"Dana Rp1 triliun ini berasal dari buku Tabungan Hari Tua (THT). Nantinya, akan dikembalikan lagi ke buku THT, yang merupakan program pemberian uang pensiun kepada ASN," imbuhnya.

Rony menegaskan bahwa dana yang dipulihkan akan dikelola dengan standar akuntabilitas tertinggi untuk memastikan kesejahteraan seluruh peserta. Penguatan mekanisme pengawasan internal, perbaikan sistem investasi, dan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) menjadi kunci utama.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar