Dana Jumbo untuk Pusat Data Canggih di Batam!

Dana Jumbo untuk Pusat Data Canggih di Batam!

Haluannews Ekonomi – Investasi besar-besaran di sektor teknologi Indonesia kembali terjadi. Bank DBS Indonesia dan UOB Indonesia resmi menggelontorkan dana segar senilai Rp 6,7 triliun untuk pembangunan kampus pusat data tercanggih di Batam. Proyek ambisius ini digarap oleh DayOne dan Indonesia Investment Authority (INA). Kucuran dana dalam bentuk rupiah ini tercatat sebagai yang terbesar yang pernah diterima untuk pengembangan pusat data di Indonesia.

COLLABMEDIANET

CEO DayOne, Jamie Khoo, menyatakan bahwa pendanaan ini merupakan bukti nyata kepercayaan terhadap kemampuan DayOne dalam membangun infrastruktur digital berskala besar dan cepat. Kampus pusat data ini akan menjadi tulang punggung teknologi AI dan siap mendukung transformasi digital di Indonesia. Ia diproyeksikan sebagai pusat data tercanggih di Indonesia.

Dana Jumbo untuk Pusat Data Canggih di Batam!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, menganggap transaksi ini sebagai investasi strategis untuk masa depan ekonomi digital Asia Tenggara. Peningkatan kapasitas pusat data akan mempercepat transformasi digital bisnis di kawasan tersebut, khususnya dalam mengadopsi teknologi kecerdasan buatan, layanan cloud, dan pemrosesan real-time. Konektivitas digital yang kuat antara Indonesia dan Singapura, menurutnya, akan semakin mengoptimalkan pemenuhan permintaan daya komputasi regional.

Senada dengan Lim, Wholesale Banking Director UOB Indonesia, Harapman Kasan, menekankan bahwa kemitraan ini selaras dengan visi Indonesia sebagai pusat digital regional. Lokasi Batam yang strategis sebagai pintu gerbang utama ke Singapura menjadi pertimbangan utama. UOB, sebagai bank regional terkemuka, berkomitmen mendorong pertumbuhan inklusif dengan menghubungkan modal ke infrastruktur yang inovatif dan berkelanjutan.

Dana Rp 6,7 triliun tersebut akan digunakan untuk membangun dan mengoperasikan tiga pusat data di Nongsa Digital Park, Batam. Proyek yang ditargetkan rampung akhir 2025 ini akan memiliki kapasitas beban teknologi informasi (TI) gabungan 72,4 MW. Angka ini cukup signifikan, setara dengan 5% dari total kapasitas pusat data di Asia Tenggara (1,41 GW) pada 2029.

DayOne dan INA, melalui joint venture mereka, berupaya mendorong pertumbuhan infrastruktur pusat data di Indonesia. DayOne sendiri memiliki jaringan pusat data di berbagai negara, sementara INA merupakan lembaga pengelola investasi negara milik pemerintah Indonesia. Proyek ini menandai babak baru dalam pengembangan infrastruktur digital Indonesia dan memperkuat posisi negara sebagai pemain utama di kancah teknologi Asia Tenggara.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar