haluannews.id – Pergerakan pasar saham domestik pada Senin (10/8) ditutup dengan sentimen kurang menggembirakan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan dengan koreksi tipis 0,69%, bertengger di level 6.365,37. Beberapa emiten besar menunjukkan performa beragam, di mana SMMA, MDKA, dan EMAS berhasil menorehkan kenaikan, sementara TLKM, BBRI, dan BREN justru terperosok.

Related Post
Arus dana asing di pasar reguler menunjukkan penjualan bersih sebesar Rp875,51 miliar, meskipun secara keseluruhan pasar masih mencatatkan pembelian bersih Rp829,70 miliar. Mayoritas sektor, tepatnya 10 dari 11 sektor, berakhir di zona merah. Sektor Non-Cyclicals menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,37%, sementara sektor transportasi tampil sebagai satu-satunya sektor yang melesat 6,21%.

Kondisi pasar global juga tak jauh berbeda, dengan bursa Amerika Serikat (AS) seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq kompak ditutup melemah. Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menambah kolom afiliasi dalam data kepemilikan saham di atas 1%. Kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan perhatian investor terhadap transparansi struktur kepemilikan dan transaksi afiliasi, berpotensi memicu kehati-hatian pelaku pasar dan menekan indeks ETF EIDO serta MSCI Indonesia.
Di tengah gejolak pasar, beberapa emiten justru mencuri perhatian dengan kinerja solid dan aksi korporasi menarik. Berikut adalah rangkuman performa tiga saham yang patut dicermati:
Cisarua Mountain Dairy (CMRY) Melaju Kencang
Emiten produsen makanan dan minuman olahan ini menunjukkan performa keuangan yang impresif. Pada semester I-2026, CMRY berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,17 triliun, melonjak 17,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba ini sejalan dengan pendapatan yang melesat 25,50% secara tahunan, mencapai Rp6,46 triliun.
Pertumbuhan kinerja CMRY ditopang oleh segmen produk susu (Dairy) yang tumbuh 54% dan makanan konsumen (Consumer Foods) sebesar 10%. Inovasi produk, perluasan jaringan distribusi, serta ekspansi pasar ekspor menjadi kunci keberhasilan ini. Sejak Mei 2026, CMRY mulai merambah pasar Vietnam, menambah daftar negara tujuan ekspor yang sebelumnya sudah mencakup Filipina, Kamboja, Malaysia, Brunei, Timor Leste, dan Maladewa. Perseroan juga aktif mengembangkan Cimory Yogurt Cafe untuk memperkuat interaksi dengan konsumen. Secara teknikal, saham CMRY masih bergerak dalam fase konsolidasi di rentang harga Rp4.550 hingga Rp4.810.
Ifishdeco (IFSH) Bangkit dari Keterpurukan
Emiten tambang ini berhasil membalikkan keadaan pada semester I-2026. IFSH membukukan laba bersih sebesar Rp46,18 miliar, berbalik positif dari kerugian bersih Rp6,17 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan kinerja ini didorong oleh kenaikan penjualan neto yang signifikan, melesat 88,56% secara tahunan menjadi Rp634,29 miliar.
Peningkatan penjualan turut mendongkrak laba bruto hingga lebih dari empat kali lipat, mencapai Rp291,02 miliar. Mayoritas pendapatan IFSH, sekitar 85,2%, berasal dari segmen pertambangan dan pengolahan nikel, sementara sisanya dari jasa pertambangan dan segmen lainnya. Dalam jangka pendek, saham IFSH berpotensi menguat setelah berhasil menembus pola Falling Wedge, dengan area perhatian di sekitar Rp1.235.
Triputra Agro Persada (TAPG) Tebar Dividen Menggiurkan
Emiten perkebunan kelapa sawit ini mengambil keputusan menarik bagi investornya dengan menetapkan pembagian dividen tunai interim sebesar Rp60 per saham. Total dividen yang akan dibagikan mencapai sekitar Rp1,19 triliun, setara dengan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) 58,33% dari laba bersih semester I-2026 yang mencapai Rp2,04 triliun. Keputusan ini telah disetujui oleh Dewan Komisaris pada 30 Juli 2026.
Pada semester I-2026, TAPG mencatat pendapatan Rp5,86 triliun, tumbuh 6,33% secara tahunan, dan laba bersih melonjak 20,42% menjadi Rp2,04 triliun. Laba per saham (EPS) juga meningkat 21,18% menjadi Rp103. Dengan harga penutupan saham TAPG pada Senin (11/8) di level Rp1.810, dividen Rp60 per saham menghasilkan imbal hasil dividen sekitar 3,31%. Cum date dividen ditetapkan pada 11 Agustus 2026, dengan pembayaran dijadwalkan pada 31 Agustus 2026.
Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.










Tinggalkan komentar