BUMN Berbenah: 92 Anak Usaha Dipangkas, Efisiensi Jadi Kunci Ekonomi!

BUMN Berbenah: 92 Anak Usaha Dipangkas, Efisiensi Jadi Kunci Ekonomi!

Haluannews Ekonomi – Jakarta – Sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mengambil langkah strategis monumental dengan rencana konsolidasi 92 anak perusahaan dari tiga BUMN induk. Program perampingan dan transformasi ini, yang diawasi ketat oleh Badan Pengelola (BP) BUMN dan BPI Danantara, bertujuan fundamental untuk menggenjot efisiensi operasional dan memaksimalkan penciptaan nilai bagi kas negara serta masyarakat.

COLLABMEDIANET

Dony Oskaria, yang menjabat sebagai Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, memaparkan bahwa hingga kini, total 180 entitas di bawah naungan BUMN telah melalui serangkaian penataan. Skema yang diterapkan bervariasi, mulai dari konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran perusahaan. "Streamlining BUMN ini krusial untuk memastikan setiap perusahaan fokus pada core business, memiliki tata kelola yang kokoh, dan mampu menyumbangkan nilai tambah yang konkret bagi negara dan masyarakat," ujar Dony, sebagaimana dikutip Haluannews.id pada Kamis (21/5/2026).

BUMN Berbenah: 92 Anak Usaha Dipangkas, Efisiensi Jadi Kunci Ekonomi!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Salah satu BUMN yang menjadi sorotan utama dalam agenda transformasi ini adalah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Grup. Entitas usaha Pelindo direncanakan akan dipangkas signifikan, dari 41 menjadi 24 entitas pada tahun 2026, melalui 17 aksi korporasi strategis. Langkah-langkah tersebut mencakup merger, divestasi, likuidasi, hingga konsolidasi vertikal antar entitas. Tujuan utamanya adalah memperkuat fokus pada bisnis inti, menciptakan struktur korporasi yang lebih efisien, serta meningkatkan daya saing sektor logistik dan maritim nasional. BP BUMN dan manajemen Pelindo menegaskan komitmen terhadap prinsip Good Corporate Governance (GCG) sepanjang proses ini.

Revitalisasi serupa juga menyentuh PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Jumlah entitas usaha PTPN akan dikurangi drastis dari 65 menjadi hanya 18 perusahaan, sebagai bagian integral dari konsolidasi industri perkebunan nasional. Menurut Dony, inisiatif ini dirancang untuk mewujudkan tata kelola yang lebih efektif, operasional yang lebih efisien, sekaligus mengerek daya saing sektor perkebunan di tengah fluktuasi pasar global. PTPN akan memperkuat fokus pada bisnis inti, mengoptimalkan pemanfaatan aset, meningkatkan produktivitas agribisnis, serta mengonsolidasikan fungsi riset dan pengembangan.

Sementara itu, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tidak ketinggalan dalam gelombang restrukturisasi masif ini. SIG berencana memangkas jumlah entitas usahanya dari 40 menjadi 12 entitas utama. Program transformasi SIG telah memasuki fase eksekusi pada kuartal II-2026, dengan sejumlah langkah strategis seperti merger entitas distribusi dan building materials, konsolidasi sektor logistik, integrasi kawasan industri ke dalam ekosistem Danantara, hingga divestasi dan likuidasi entitas non-strategis. Dony menilai, transformasi ini vital untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih lincah dan kompetitif di tengah dinamika industri konstruksi dan semen nasional. Seluruh proses ini dipastikan berjalan secara prudent, melibatkan advisor independen, auditor Kantor Akuntan Publik (KAP), serta pelaksanaan due diligence untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.

Secara keseluruhan, inisiatif konsolidasi ini menegaskan komitmen pemerintah melalui BUMN untuk membentuk ekosistem bisnis yang lebih sehat, efisien, dan berdaya saing global. Dengan penekanan pada fokus bisnis inti dan penguatan tata kelola, diharapkan BUMN dapat bertransformasi menjadi lokomotif penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar