BTN Siap Lepas Unit Syariah, Bidik Aset Rp 70 Triliun!

BTN Siap Lepas Unit Syariah, Bidik Aset Rp 70 Triliun!

Haluannews Ekonomi – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) berencana memisahkan unit usaha syariahnya (UUS) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 November 2025. Hal ini terungkap dalam Ringkasan Rancangan Pemisahan Unit Usaha Syariah BTN yang dipublikasikan di situs resmi BTN pada Kamis (25/9/2025). RUPSLB ini akan membahas berbagai poin penting, termasuk pengalihan hak dan kewajiban UUS BTN kepada Bank Syariah BTN (BSN), perubahan anggaran dasar BTN, dan pembubaran Dewan Pengawas Syariah (DPS) UUS BTN.

COLLABMEDIANET

Selain itu, RUPSLB juga akan membahas penerimaan pemisahan UUS BTN ke BSN, perubahan anggaran dasar BSN termasuk peningkatan modal, penetapan RKAP BSN 2026, perubahan susunan anggota Dewan Pengawas Syariah BSN, serta penetapan remunerasi untuk Direksi, Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah BSN tahun 2025. Targetnya, operasional BSN sebagai bank umum syariah baru dapat berjalan sebelum akhir tahun 2025. Setelah RUPSLB, penandatanganan akta pemisahan akan dilakukan pada 19 November 2025, diikuti penyampaian laporan ke Bank Indonesia dan permohonan persetujuan pemisahan ke OJK. Tanggal efektif pemisahan dan operasional BSN diperkirakan 15 Desember 2025.

BTN Siap Lepas Unit Syariah, Bidik Aset Rp 70 Triliun!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, optimis BSN akan menjadi pemain terbesar kedua di industri perbankan syariah nasional. Potensi pertumbuhan BSN tidak hanya terbatas pada ekosistem perumahan, tetapi juga mencakup produk-produk seperti tabungan emas, tabungan haji dan umroh, serta gadai emas. Nixon juga menekankan pentingnya edukasi publik mengenai perbankan syariah, yang menurutnya lebih fokus pada prinsip pengelolaan keuangan, bukan aspek agama.

BTN berencana menyuntikkan modal Rp 6,5 triliun ke BSN, sehingga aset BSN diproyeksikan mencapai Rp 70 triliun. Modal awal BSN akan bersumber dari kas sebesar Rp 1,6 triliun, sekitar Rp 4 triliun dari rekening antar kantor (RAK) UUS, dan tambahan setoran modal sekitar Rp 1 triliun-Rp 1,5 triliun setelah spin off. Sebelum proses pemisahan, UUS BTN telah mencatatkan aset Rp 54,3 triliun (kuartal IV-2023) dan Rp 65,56 triliun (semester I-2025). Langkah strategis ini menunjukkan komitmen BTN dalam mengembangkan sektor perbankan syariah di Indonesia.

Editor: Rohman

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar