Haluannews Ekonomi – PT Bank Permata Tbk (BNLI) saat ini memiliki CAR di atas 30%, jauh melampaui ketentuan regulator dan rata-rata industri. Namun, tingginya CAR ini tidak otomatis membuat rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) melonjak.

Related Post
Rudy Basyir Ahmad, Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Bank Permata, menjelaskan bahwa keputusan terkait dividen akan mempertimbangkan dua faktor utama. Pertama, dividen yang dibagikan harus berkelanjutan (sustainable). Kedua, pembagian dividen harus tetap mendukung permodalan bank agar dapat terus tumbuh dalam jangka panjang.

"Untuk pembagian dividen tahun buku 2025, kami akan mempertimbangkan dua faktor utama tersebut. Keputusan akan kami ambil pada waktunya," ujarnya dalam public expose insidentil secara virtual, Senin (6/10).
Meskipun belum ada target pasti untuk rasio dividend payout dalam 3-5 tahun mendatang, Bank Permata berkomitmen untuk menyeimbangkan antara memberikan nilai bagi pemegang saham dan memperkuat modal untuk ekspansi bisnis jangka panjang.
Sebagai informasi, pada tahun buku 2024, Bank Permata mengalokasikan dividend payout ratio sebesar 30,5%. Dividen yang dibagikan senilai Rp30 per saham, atau total Rp 1,1 triliun.
Editor: Rohman











Tinggalkan komentar