Haluannews Ekonomi – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mengambil langkah progresif dalam memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan ekonomi hijau. Bank pelat merah ini siap meluncurkan fitur Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) atau yang lebih dikenal sebagai kredit karbon, khusus untuk pasar ritel melalui platform Livin’ Planet. Peluncuran inovatif ini dijadwalkan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi pada 22 April 2026, menandai kolaborasi strategis dengan Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon).

Related Post
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, dalam paparannya mengenai kinerja kuartal I-2026 secara virtual pada Selasa (21/4/2026), menegaskan pentingnya inisiatif ini. "Kami akan merilis fitur terbaru di Livin’ Planet, yakni peluncuran sertifikat pengurangan emisi gas rumah kaca, atau SPE-GRK, yang ditujukan bagi pasar ritel. Ini merupakan hasil kolaborasi strategis kami dengan IDX Carbon," ungkap Henry, menyoroti upaya Bank Mandiri dalam mendorong partisipasi masyarakat luas terhadap isu perubahan iklim.

Menurut informasi dari situs resmi Bank Mandiri, Livin’ Planet adalah salah satu fitur unggulan dalam ekosistem Livin’ Sukha. Platform ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran (awareness) dan keterlibatan (engagement) nasabah terhadap isu lingkungan. Sebelumnya, Livin’ Planet telah memfasilitasi edukasi mengenai jejak karbon, kalkulator jejak karbon pribadi, serta program kontribusi penanaman pohon lengkap dengan laporan progresnya. Penambahan fitur kredit karbon ini akan memperkaya fungsi tersebut, memungkinkan nasabah tidak hanya menghitung dan berkontribusi, tetapi juga secara aktif berpartisipasi dalam pasar karbon.
Jejak karbon, sebagai indikator emisi gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari, menjadi fokus utama dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Peluncuran fitur kredit karbon ritel ini secara fundamental sejalan dengan visi dan komitmen Bank Mandiri untuk memperkuat pilar perbankan berkelanjutan (sustainable banking), menjadikannya bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang.
Henry juga memaparkan data kinerja yang mengesankan terkait komitmen keberlanjutan Bank Mandiri. Per Maret 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan bank ini mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 8,8% secara tahunan, mencapai angka Rp320 triliun. Angka ini semakin mengukuhkan posisi Bank Mandiri sebagai pemimpin pasar di segmen portofolio hijau, dengan pangsa pasar lebih dari 35%, melampaui kinerja gabungan tiga bank nasional lainnya. Ini menunjukkan bahwa strategi keberlanjutan tidak hanya menjadi komitmen etis, tetapi juga pendorong pertumbuhan bisnis yang kuat.
(Haluannews.id/mkh)
Editor: Rohman




Tinggalkan komentar